Jakarta, Semangatnews.com – Menjelang penayangan film Hollywood Avatar: Fire and Ash, komika sekaligus sineas Bene Dion mengaku sudah memasang sikap realistis terhadap kondisi persaingan layar lebar. Ia menyadari kehadiran film raksasa besutan James Cameron berpotensi menyedot perhatian besar penonton bioskop.
Bene Dion menyampaikan bahwa momen penayangan film besar seperti Avatar memang selalu menjadi tantangan bagi film-film lain yang tayang di periode berdekatan. Menurutnya, dominasi film blockbuster internasional sulit dihindari di industri perfilman.
Ia pun mengaku pasrah jika porsi layar filmnya berkurang akibat masuknya Avatar: Fire and Ash. Bene menilai situasi tersebut sebagai konsekuensi yang harus diterima oleh sineas lokal ketika berhadapan dengan film beranggaran besar dan berdaya tarik global.
Meski demikian, Bene tidak melihat kondisi ini sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Ia justru menilai kehadiran film besar dapat menjadi indikator bahwa bioskop kembali ramai dan minat masyarakat untuk menonton film di layar lebar masih tinggi.
Bene menyebut bahwa film lokal tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi penonton yang mencari cerita yang lebih dekat dengan keseharian dan budaya Indonesia. Ia percaya kualitas cerita dan kedekatan emosional tetap menjadi kekuatan utama film nasional.
Menurut Bene, persaingan di bioskop seharusnya disikapi secara sehat. Setiap film memiliki segmen penontonnya masing-masing, sehingga tidak perlu saling menjatuhkan atau membandingkan secara berlebihan.
Ia juga menekankan pentingnya strategi penayangan dan promosi yang tepat. Dengan pendekatan yang kreatif, film lokal masih memiliki peluang untuk bertahan meski harus berbagi layar dengan film internasional.
Bene menilai industri perfilman Indonesia saat ini berada dalam fase yang lebih matang. Jumlah produksi meningkat dan kualitas film lokal semakin beragam, mulai dari drama, horor, hingga komedi.
Kehadiran Avatar: Fire and Ash disebutnya sebagai tantangan sekaligus pembelajaran. Film tersebut dinilai dapat menjadi referensi dari sisi teknologi, visual, dan skala produksi yang bisa menginspirasi sineas dalam negeri.
Di sisi lain, Bene mengajak penonton untuk tetap memberi ruang bagi film lokal. Dukungan penonton dinilai sangat penting agar ekosistem perfilman nasional terus berkembang dan berkelanjutan.
Ia berharap masyarakat dapat menikmati beragam pilihan tontonan yang tersedia di bioskop tanpa harus memilih satu dan mengabaikan yang lain. Menurutnya, keberagaman film justru memperkaya pengalaman menonton.
Dengan sikap pasrah namun optimistis, Bene Dion memilih fokus pada karya dan proses kreatif. Ia percaya bahwa selama film dibuat dengan niat dan kualitas yang baik, akan selalu ada penonton yang menghargainya, terlepas dari besarnya film yang sedang tayang bersamaan.(*)
