Semangatnews, Bumiminang-Tour de Singkarak (TdS) adalah salah satu kegiatan yang sudah masuk dalam Calender Of Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. TdS yang akan dilaksanakan 3 November mendatang merupakan TdS yang ke 10 dalam kurun waktu 10 tahun belakanganan ini.
Esti Reko Astuti, Ketua Pelaksana Calender Of Event 2018 mengatakan TdS masuk dalam kategori Wonderfull Indonesia dikarenakan memenuhi syarat yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata.
“Syarat itu terdiri dari Creative Value artinya memasukkan nilai-nilai budaya, Commersial Value yang memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokal, adanya Media Value yang memberitakan secara viral mengenai event TdS, dan komitmen dari pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Tour de Singkarak 2018 yang dilaksanakan di Bumi Minang Hotel Padang, turut menghadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepolisian Daerah Sumbar, Balai Jalan, dan Pemerintah daerah Kota/Kabupaten se-Sumbar, Rabu (25/10/2018)
Wakil Gubernur Sumbar juga mengatakan Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten harus sigap dalam menangani hal-hal yang dibutuhkan pembalap seperti penginapan dan rumah makan.
“Hal yang berkaitan dengan imigrasi, bea cukai, dan keamanan harus dipersiapkan secara baik menjelang hari pelaksanaan dan siapkan antisipasi jika ada masalah nantinya,” harapnya.
Saat ini dirasa, promosi penyelenggara TdS belum gencar, sehingga masyarakat tidak tahu kapan TdS dilaksanakan.
“Sedikitnya baliho dan spanduk menjadi faktor ketidaktahuan masyarakat dan kelihatannya belum meriah terhadap adanya TdS ini,” ujar Nasrul.
Disamping itu, delapan etape akan menempuh rute sepanjang 1.100 kilometer mulai dari Kota Bukittinggi dan berakhir di Kota Pariaman. Dari delapan etape, masih ada beberapa jalan yang belum masih dalam perbaikan. Misalnya Solok Selatan, sejauh 58 km ruas jalan belum rampung.
Wagub Nasrul Abit, minta 3 hari min H mesti semua sarana jalan dan jangan terjadi kendala saat TdS telah dimulai. Kita tahu penyelenggaraan TdS di telah masuk lima besar dunia, jika nanti terjadi kejadian terhadap pembalap tentu TdS terancam melorot dan dunia tidak percaya lagi
Wagub Nasrul Abut juga minta libatkan masyarakat dalam kegiatan TdS misalnya ajak masyarakat untuk menyaksikan disetiap ruas jalan. TdS merupakan harga diri Sumbar, dalam memajukan potensi pariwisata Sumbar.
“Kesuksesan TdS adalah kesuksesan dan kebangga kita semua,” SWT nya. Nasrul.
