Jakarta, Semangatnews.com – Selebritas Jennifer Bachdim baru‑baru ini mengalami insiden tak terduga di rumahnya ketika jarinya terjepit pintu kamar mandi dan cincin kawinnya tersangkut.
Kejadian berlangsung ketika Jennifer hendak menutup pintu kamar mandi. Tanpa sengaja, pintu bergeser dan mengapit jarinya, membuat cincin kawinnya hancur dan jarinya terluka ringan.
Menyadari situasi mendesak, Jennifer segera menghubungi layanan darurat. Tidak lama kemudian, petugas dari unit pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi untuk membantu proses pelepasan cincin.
Dalam unggahan Instagram Stories‑nya, Jennifer mengucapkan terima kasih kepada petugas Damkar atas respons cepat dan profesional mereka. Ia juga menyebut bahwa cincin kawinnya itu “menyelamatkan jarinya”.
Menurut Jennifer, bila cincin itu tidak tertahan atau jika prosedur membantu terlambat, kondisi jarinya mungkin akan jauh lebih parah. Ia menyebut bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran penting agar selalu berhati‑hati dengan akses pintu dan perhiasan.
Meski tanpa cedera serius, insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi Jennifer. Ia memilih untuk tidak mengungkap secara detail apa jenis perhiasan yang rusak, namun memastikan bahwa jarinya kini sudah ditangani dengan baik.
Respon pengikut di media sosial pun cepat muncul, banyak yang memuji keberhasilan petugas Damkar dalam menangani situasi tidak lazim ini. Unggahan Jennifer tentang pengalaman tersebut mendulang komentar‑dukungan.
Bagi Jennifer, kejadian ini lebih dari sekadar insiden rumah tangga. Ia menyatakan bahwa sebagai figur publik, momen seperti ini memberikan ruang untuk mengingatkan publik tentang keselamatan sehari‑hari yang sering diabaikan.
Walaupun sempat panik, Jennifer memilih untuk mengakhiri unggahannya dengan catatan ringan: “Pelan‑pelan saja, Mama Jen,” sebagai sindiran halus untuk dirinya sendiri agar lebih waspada.
Kini, setelah kejadian itu, Jennifer tampak menata ulang rutinnya—memeriksa kondisi pintu dan memastikan cincin kawinnya berikut perhiasan lain dalam kondisi aman sebelum melakukan aktivitas harian. Insiden ringan namun cukup menyentil kesadaran akan keamanan pribadi.(*)
