Jakarta, Semangatnews.com – Persaingan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 antara Arsenal FC dan Manchester City semakin memanas. Kedua tim bahkan berpotensi finis dengan jumlah poin yang sama hingga pekan terakhir kompetisi.
Dalam sistem Premier League, poin menjadi penentu utama posisi klasemen. Namun jika dua tim memiliki jumlah poin yang identik, maka penentuan juara tidak berhenti sampai di situ.
Langkah pertama yang digunakan adalah selisih gol atau goal difference. Tim dengan selisih gol lebih baik akan otomatis berada di posisi lebih tinggi di klasemen akhir.
Jika selisih gol juga sama, maka jumlah gol yang dicetak sepanjang musim menjadi faktor penentu berikutnya. Artinya, tim yang lebih produktif akan diunggulkan dalam perebutan gelar.
Namun skenario bisa menjadi jauh lebih dramatis jika kedua tim tetap imbang dalam jumlah gol. Dalam kondisi tersebut, aturan berlanjut ke hasil pertemuan langsung atau head-to-head.
Head-to-head dihitung berdasarkan poin yang diperoleh saat kedua tim saling berhadapan sepanjang musim. Tim dengan hasil lebih baik dalam duel langsung akan memiliki keunggulan.
Jika masih imbang, maka jumlah gol tandang dalam pertemuan tersebut menjadi faktor tambahan. Ini menunjukkan betapa detailnya aturan yang digunakan untuk menentukan juara.
Dalam situasi ekstrem di mana semua faktor tersebut tetap sama, maka Premier League membuka kemungkinan digelarnya laga playoff. Pertandingan ini akan dimainkan di venue netral untuk menentukan juara.
Skenario playoff sendiri sangat jarang terjadi dan belum pernah digunakan dalam sejarah modern Liga Inggris. Namun peluang tersebut tetap ada secara aturan.
Menariknya, kondisi saat ini membuat peluang tersebut tetap terbuka, meskipun sangat kecil. Selisih tipis di berbagai aspek membuat persaingan menjadi sangat ketat.
Para pengamat menilai bahwa setiap gol di sisa pertandingan akan sangat menentukan. Bahkan satu gol saja bisa menjadi pembeda antara juara dan runner-up.
Dengan segala kemungkinan yang ada, persaingan antara Arsenal dan Manchester City musim ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah Premier League.(*)

