Jakarta, Semangatnews.com – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, dikabarkan siap memulai misi pencarian talenta pemain keturunan Indonesia di Eropa setelah resmi mengambil alih kendali skuad Garuda. Rencana ini menjadi bagian dari strategi Herdman untuk memperkuat tim menjelang agenda internasional penting Indonesia.
Herdman telah mengungkapkan niatnya untuk melakukan kunjungan ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia berencana mengamati langsung performa sejumlah diaspora yang memiliki darah Indonesia dan bermain di klub-klub Eropa.
Pelatih asal Inggris ini menegaskan bahwa memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi Eropa dapat meningkatkan kualitas permainan dan kedalaman skuad. Ia ingin melihat langsung kemampuan mereka di klub masing-masing.
Salah satu pemain yang paling menarik perhatian adalah Pascal Struijk, yang berkarier di Leeds United. Struijk memiliki peluang unik karena memiliki latar belakang kuat di kompetisi Eropa, meski sebelumnya sempat menyatakan minatnya terhadap Belanda dan Belgia untuk karier internasionalnya.
Nama kedua adalah Jenson Seelt, bek muda yang sebelumnya sempat didekati pelatih Timnas terdahulu. Kini, dengan hadirnya Herdman, peluang Seelt kembali menjadi perhatian menyusul rencana pertemuan di Eropa.
Selanjutnya ada Laurin Ulrich, wonderkid Jerman berdarah Surabaya, yang menonjol di tim junior klubnya. Ia dikenal sebagai gelandang kreatif yang mampu mengatur serangan dari lini tengah, menjadi salah satu talenta muda menarik bagi pengembangan skuad Indonesia.
Meski demikian, Laurin Ulrich pernah menyatakan bahwa meski tidak menutup kemungkinan bermain untuk Indonesia, ia masih berharap panggilan dari tim nasional Jerman sebagai prioritas.
Calon keempat adalah Dean Zandbergen, pemain keturunan yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan proses naturalisasi Indonesia. Zandbergen masih berharap panggilan dari PSSI untuk bisa memperkuat Garuda, dan kemampuan fisiknya menjadi nilai tambah yang menarik bagi Herdman.
Ketertarikan Herdman terhadap pemain diaspora menunjukkan pendekatan baru dalam pembinaan timnas yang tidak hanya mengandalkan pemain lokal. Strategi ini sejalan dengan tren modern sepak bola internasional, di mana talenta global sering menjadi bagian penting dalam skuad nasional.
Rencana kunjungan ke Eropa juga menjadi langkah awal Herdman dalam menyusun skuad jelang FIFA Series dan kompetisi lainnya, termasuk persiapan jangka panjang seperti kualifikasi Piala Dunia.
Proses naturalisasi pemain bukan hal sederhana. Dibutuhkan persetujuan federasi sepak bola serta persyaratan FIFA sebelum pemain keturunan bisa resmi membela Indonesia di level internasional.
Keputusan akhir siapa saja yang akan dipertemukan Herdman di Eropa tentu dinantikan publik sepak bola Indonesia, karena langkah ini berpotensi mengubah wajah timnas dengan kehadiran pemain berpengalaman dari kompetisi kontinental.(*)

