Jumlah Operasi di RSUD dr Adnaan WD Meningkat

oleh -
IMG-20191210-WA0105-01

Jumlah Operasi di RSUD dr Adnaan WD Meningkat

Semangatnews, Payakumbuh – Semangat pemerintah mengembangkan layanan kesehatan mulai membuahkan hasil. Dampaknya mulai terasa oleh masyarakat. Terutama pada layanan bedah tulang dan bedah mulut, di RSUD dr Adnaan WD Kota Payakumbuh.

Hal itu dirasakan oleh Buyung, 46 tahun, warga Koto Nan Gadang. Sekitar 3 tahun nan lampau ia mengalami patah tulang bahu, karena kecelakaan. Saat dibawa ke RSUD dr Adnaan WD, dia dirujuk ke Bukittinggi. Saat itu, dokter ahli orthopedi belum ada di Payakumbuh.

“Dulu, saya pasang plat yang menempel di tulang bahu ini, di Kota Bukittinggi. Sekarang, saya akan berkonsultasi untuk membuka dan mengeluarkannya sama dokter Fitriadi disini,” kata Buyung, pada media ini, di ruang tunggu poliklinik RSUD dr Adnaan WD, Selasa (10/12).

Buyung melanjutkan cerita tentang kekhawatirannya. ” Memang saya peserta BPJS Kesehatan, tapi kan kalau berobat ke Bukittinggi mengeluarkan biaya tambahan, serta memakan waktu. Senang saya rasanya, dokter ahli orthopedi sudah ada di Payakumbuh, ” ulas Buyung.

Setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat merupakan jadwal dr.Fitriadi, Sp.OT melayani konsultasi pasien di poliklinik. Sedangkan di hari lain, jadwal operasi di Instalasi Bedah Sentral, lantai 4, gedung Kemuning yang diresmikan 3 Juli 2018, nan lalu.

Selain Buyung. Tuan Amir, (nama samaran), usia 50 tahun, juga merasakan bahagia, setelah keluhan pada rahang bawah teratasi. Tuan Amir mengalami bengkak bernanah pada dagu sejak memasuki usia remaja. Setelah lama merasakan penderitaan, ia konsultasikan pada drg. Rahma Yulinda, Sp.BMM.

“Saya telah menjalani operasi. Saat ini, saya konsultasi ulang. Kata dokter Linda, gigi bagian bawah saya tumbuh membentang, seharusnya tegak lurus. Jadi yang membuat sakit selama ini adalah gigi yang tumbuh aneh itu, ” ungkap Amir menirukan.

drg. Linda, kelahiran Koto Kaciak, Kabupaten Limapuluh Kota, adalah spesialis Bedah Mulut dan Maksilofacial. Beliau baru saja menamatkan pendidikan, dan sejak Juli 2019, telah mengabdi di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh.

Sedangkan dr. Fitriadi, Sp.OT adalah spesialis Orthopedi dan Traumatologi. Dokter Adi panggilan singkatnya, pindahan dari rumah sakit daerah Mandailing Natal, dan sejak Agustus 2019, ia telah memulai tindakan pembedahan pada pasien trauma, maupun patah tulang di RSUD dr Adnaan WD.

Pengakuan Hendra, Kepala Ruangan (Karu) kamar operasi, Instalasi Bedah Sentral RSUD dr Adnaan WD, bahwa, ” sejak kedatangan dokter ahli orthopedi dan bedah mulut kesini, maka jumlah operasi meningkat dari tahun lalu,”katanya.

Hendra pun memperlihatkan data laporan operasi bahwa, sejak Januari – Desember 2018, jumlah pembedahan di kamar operasi RSUD dr Adnaan WD sebanyak 1.086 pasien dengan tindakan berbeda. Diantaranya : bedah kebidanan, bedah umum, bedah mata, dan THT.

“Januari hingga November 2019, total pembedahan sudah mencapai 1.284, dan rekapitulasi bulan Desember belum dimasukan, karena masih berjalan. Peningkatan jumlah operasi ini dipengaruhi oleh tambahan pasien orthopedi dan bedah mulut, ” jelasnya.

“Selain bertambahnya dokter orthopedi dan dokter bedah mulut. Kedatangan dr. Vivi Ruliyanty, Sp.OG., spesialis kebidanan dan kandungan pada bulan September 2019, juga meningkatkan jumlah operasi di RSUD dr Adnaan WD,” ujar Hendra.

Menanggapi lonjakan pembedahan di gedung baru lantai 4 Kemuning, diamini oleh dr.Efriza Naldi, Sp.OG., direktur utama RSUD dr Adnaan WD saat dikonfirmasi media ini. “Benar, tindakan pembedahan meningkat. Kita berusaha memberi pelayanan semaksimal mungkin,” katanya.

“Bahkan, untuk jadwal operasi sesama operator (baca: dokter spesialis) berebut. Semuanya ingin didahulukan masuk kamar operasi. Tapi, itu bisa diatasi dan diatur oleh Karu tentang penjadwalan agar 3 kamar operasi yang kita miliki berjalan efektif,” katanya.

Ditanya terkait permasalahan klaim BPJS Kesehatan, apakah ada penundaan atau pembatasan operasi pasien? Dokter Ef, membantah, “sepanjang kita memiliki stok obat dan alat habis pakai. Maka operasi tidak ada yang ditunda atau dibatalkan. Semuanya kita layani,” ucapnya.

“Pak Riza, Walikota Payakumbuh selalu menekankan kepada kami untuk melayani pasien sebaik-baiknya. Tidak ada penolakan layanan terhadap pasien. Kecuali memang tindakan dan obatnya tidak ada disini. Pasien tentunya kami rujuk ke fasilitas dan SDM yang lebih lengkap,” tutup dr.Ef.(011)