Kadis LH Sumbar: Komitmen Masyarakat Jangan Berubah Jika  Lahannya Ingin Dipulihkan

oleh -

Kadis LH Sumbar: Komitmen Masyarakat Jangan Berubah Jika Lahannya Ingin Dipulihkan

Semangatnews, Lubuk Alung – Pada tahun 2020 ini, areal lahan bekas tambang di nagari Balah Hilia merupakan salah satu dari 5 obyek program pemulihan lahan akses terbuka yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini tentunya peranserta masyarakat amatlah menentukan terutama soal komitmen pemilik lahan mesti tuntas segera.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Siti Aisyah, Msi didampingi Dinas Lingkungan Hidup, kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab Padang Pariaman bertemu dengan Camat Lubuk Alung dan perangkat Nagari Balai Hilia serta mengunjungi lokasi bekas tambang, Rabu (18/3/2020).

Kadis menyampaikan, ada anggota masyarakat yang tidak bersedia lahannya dipulihkan. Padahal Rencana pemulihan 4,2 Ha lahan bekas tambang menjadi obyek Wisata Balai Hilia sudah akan ditenderkan pelaksanaannya oleh KLHK.

“Bahkan rencananya KLHK akan menyusun DED tidak hanya 4,2 Ha tetapi keseluruhan lokasi bekas tambang seluas 26 Ha mengingat lahan tersebut satu hamparan. Diharapkan proses pemulihan lahan dapat terus berlangsung tidak hanya 4,2 Ha saja, walaupun dananya tidak harus dari KLHK saja,” ajak Siti Aisyah.

Siti Aisyah juga sampaikan, bisa secara mandiri dapat dilakukan oleh nagari atau lembaga lain bahkan dapat juga dari CSR perusahaan.

” Dengan telah disusunnya DED akan lebih memudahkan kita menarik minat pihak pihak lain untuk berpartisipasi dalam pemulihan lahan bekas tambang di areal tersebut”, unkapnya

Ir. Siti Aisyah juga mengingatkan pengusulan lokasi Balah Hilia untuk menjadi obyek program KLHK adalah atas permohonan masyarakat dan prosesnya sudah sejak tahun 2017.