Kala Zaskia Mecca Jalani Pemeriksaan, Trauma Mulai Terobati

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Putri artis Zaskia Adya Mecca, bernama Kala, baru saja menjalani pemeriksaan saksi dalam kasus penganiayaan terhadap karyawan ibunya yang diduga dilakukan oleh oknum TNI. Proses pemeriksaan berlangsung sekitar enam jam dengan pendampingan psikolog dan legal agar kondisi mentalnya tetap terjaga.

Paman Kala, Haykal Kamil, mengungkap bahwa proses tersebut sangat berat bagi sang gadis. Ia mesti membuka kembali ingatan traumatis ketika menyaksikan adegan kekerasan itu. Kala bahkan mengaku lelah secara mental, mengucapkan kata “capek banget, Paman” usai pemeriksaan selesai.

Sebelumnya, Kala mengalami gangguan tidur dan ketakutan hingga dibawa ke psikolog untuk mendapatkan penanganan khusus. Namun perlahan, kondisi emosionalnya mulai menunjukkan perkembangan—ia kini bisa tidur lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

Zaskia dan sang suami, Hanung Bramantyo, mengambil langkah hati-hati: mereka tidak membahas ulang kejadian secara terbuka di hadapan Kala agar trauma lama tak kembali muncul. Pengungkapan publik dibatasi agar tidak menjadi beban baru bagi putri mereka.

Kasus ini bermula saat karyawan Zaskia, Faisal, yang mengantar Kala ke sekolah, menjadi korban pemukulan oleh seorang pengendara yang mengaku sebagai anggota militer. Kala menjadi saksi penting karena ia melihat langsung insiden itu.

Zaskia mengungkap bahwa pemeriksaan terhadap Kala dilakukan di tempat aman dan nyaman, bukan di kantor militer, dan pendampingan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) serta pengacara dilakukan tanpa biaya.

Dukungan publik pun melimpah, mulai dari pesan empati hingga seruan agar pihak berwenang memperhatikan kondisi anak dalam proses hukum. Banyak yang berharap agar hak psikologis Kala tidak terabaikan dalam penyidikan.

Sementara itu, berbagai media sosial mengaitkan dinamika kasus ini dengan citra dan kehidupan keluarga Zaskia—yang baru-baru ini juga ramai dibicarakan karena unggahan potret keluarga mengenakan busana adat Timor Leste. Penampilan itu menjadi latar budaya yang kontras dengan peristiwa kriminal yang mereka alami.

Dalam unggahan busana adat tersebut, Krisdayanti dan keluarganya mengenakan kain tenun khas Timor (tais) dengan kombinasi gaya modern. Amora, anak Krisdayanti, juga terlihat tampil anggun dalam balutan kain tradisional, menarik perhatian netizen.

Kehidupan publik artis sering menghadirkan dua sisi: citra kebersamaan dan budaya di media sosial, dan realitas persoalan pribadi di balik layar. Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketenaran tak memisahkan seseorang dari rintangan kehidupan nyata—termasuk ketika melindungi anak dalam proses hukum yang berat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.