Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program besar-besaran untuk memperluas akses internet di level desa melalui skema Gratispol Internet. Gubernur Rudy Mas’ud menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari misinya dalam seratus hari kerja untuk membangun digitalisasi yang merata.
Program ini mencakup 841 desa di seluruh Kaltim, termasuk desa-desa terpencil dan daerah blankspot sinyal. Titik akses utama akan ditempatkan di kantor desa sebagai pusat pelayanan publik digital.
Hingga pertengahan tahun 2025, Diskominfo Kaltim berhasil memasang 441 titik internet di desa melalui berbagai teknologi: fiber optik, nirkabel, hingga satelit untuk daerah paling sulit dijangkau.
Dana yang dialokasikan untuk program ini cukup besar. Sekitar Rp 12 miliar disiapkan oleh Pemprov Kaltim untuk membiayai infrastruktur dan operasional internet desa, terutama di wilayah yang belum terlayani jaringan konvensional.
Untuk memasang jaringan di desa yang belum memiliki listrik, Kaltim memilih solusi kreatif: menggunakan koneksi satelit dan panel surya agar layanan internet bisa tetap menyala tanpa bergantung pada PLN.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa layanan internet gratis ini bukan sekadar simbol, tetapi alat nyata transformasi digital. Ia yakin akses digital di desa akan membuka peluang besar bagi pendidikan, ekonomi lokal, dan layanan publik.
Selain internet gratis, Pemprov Kaltim juga menghadirkan aplikasi publik bernama SAKTI GEMAS yang akan memudahkan warga desa mengakses layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan keuangan dalam satu platform.
Teknisi lokal juga dilibatkan secara luas. Untuk setiap kecamatan, akan dibentuk Unit Manajemen Sistem (UMS) yang bertugas menangani pemeliharaan dan gangguan teknis, agar koneksi tetap stabil dan berkelanjutan.
Meskipun dana pusat dipangkas, Gubernur menyatakan bahwa Kaltim tetap akan mengutamakan anggaran untuk Gratispol Internet. Pemerintah provinsi berkomitmen agar program ini tidak terhenti dan tetap menguntungkan warga desa.
Program ini diharapkan bisa menjadi solusi jitu untuk mengatasi kesenjangan digital di Kaltim. Dengan internet gratis di desa, generasi muda desa bisa mengejar literasi digital, UMKM lokal bisa lebih maju, dan kualitas layanan publik meningkat drastis.
Dengan langkah ini, Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi terdepan dalam inklusi digital di Indonesia. Akses internet gratis di desa-desa terpencil diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain untuk menekan kesenjangan digital secara nasional.(*)
