Menindaklanjuti razia ke sejumlah pergudangan bahan makanan di kota Payakumbuh, seperti gudang sejumlah bahan pokok makanan di kawasan Napar, Jalan Tan Malaka, dan Lundang, Selasa (23/05-2017) lalu, khususnya peredaran gula yang diduga tidak memiliki izin edar, pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Sumatera Barat, dipimpin Kepala BBPOM Provinsi Sumatera Barat, Zulkifli, kembali mendatangi sejumlah gudang tersebut, Rabu (31/05-2017)
Di sebuah gudang di kawasan Jalan Tan malaka, pihak BBPOM membuka kembali segel yang sebelumnya terpasang, karena tumpukan karung gula yang diduga tidak memiliki izin edar itu, dianggap tidak lagi bermasalah.
Didampingi Tim Pemko Payakumbuh yang dipimpin Asisten Pemerintahan, Yoherman, Dinas Kesehatan, Stapol PP, Koperindag, dan Diskominfo, Zulkifli menjelaskan, bahwa dulu kita segel karena tidak memiliki izin edar. Ternyata setelah berkoordinasi dengan BPOM Pusat, ternyata ada aturan, untuk pangan olahan yang kemasannya dalam jumlah besar dan tidak langsung dijual ke konsumen akhir, boleh. “Pertama, dasar hukumnya ada. Kedua, berkaitan dengan bulan ramadhan dan idul fitri, setelah berkoordinasi dengan pihak Pemko Payakumbuh, gula termasuk bahan pokok, dan tiga gudang yang kita amankan termasuk gudang besar, jangan sampai terjadi kelangkaan nanti. Dengan pertimbangan itu dan aturannya jelas, hari ini segelnya kita buka,” terang Zulkifli.
Ditambahkan Zulkifli, kita buka segelnya dalam artian bisa di jual. Karena dalam skala kecilnya gula itu mereknya ‘Gulaku’. “Kita tahu di swalayan banyak beredar. Jadi proses dari awal sampai akhir hanya ‘Gulaku’. Ada yang kemasan 1 (satu) Kg dan yang kita segel kemaren kemasan 50 (lima puluh) Kg. Prosesnya sama. Cuma kemasannya akhirnya saja yang berbeda. Masalah kemaren hanya masalah izin edar. Ini sudah jelas, dia boleh tidak punya izin edar, boleh iya,” urainya kemudian.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Yoherman, menyambut baik kegiatan yang dilakukan BBPOM Provinsi Sumatera Barat. “Kita apresiasi kegiatan ini. Apalagi di bulan ramdhan dan menjelang idul fitri kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok ini meningkat,” ujar Yoherman.- Jentrael
