Kegelapan Menyelimuti Lereng Semeru: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi dari Abu Tebal

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Erupsi dahsyat Gunung Semeru membuat wilayah lereng di Lumajang berubah menjadi gelap akibat abu vulkanik yang membubung tinggi. Kecemasan warga meningkat seiring meluasnya sebaran abu yang menyelimuti permukiman dan menurunkan jarak pandang secara signifikan.

Banyak warga yang meninggalkan rumah dalam kondisi terburu-buru. Sebagian hanya mampu membawa tas kecil berisi dokumen penting, sementara yang lain bahkan tidak sempat menyelamatkan apa pun karena awan panas sudah terlihat mendekat.

Posko-posko pengungsian segera didirikan di sejumlah titik aman. SD 2 Supiturang, balai desa, dan beberapa fasilitas umum lainnya langsung disulap menjadi tempat evakuasi darurat untuk menampung warga.

Di dalam posko, masyarakat mendapatkan bantuan dasar seperti makanan, minuman hangat, selimut, dan tempat istirahat. Tim kesehatan juga disiagakan untuk menangani pengungsi yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan abu.

Data awal dari petugas mencatat sekitar 300 warga telah dievakuasi dari wilayah terdampak langsung. Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di zona bahaya.

Status Gunung Semeru yang dinaikkan menjadi Level IV membuat aktivitas masyarakat di sekitar gunung sepenuhnya dibatasi. Semua warga yang tinggal di radius rawan diminta segera mengungsi tanpa terkecuali.

Imbauan tegas juga disampaikan pemerintah daerah kepada warga agar tidak mendekati area sungai yang berhulu di Semeru. Potensi terjadinya banjir lahar dingin akibat hujan dinilai sangat tinggi dan bisa membahayakan mereka yang beraktivitas di dekat aliran sungai.

Sementara itu, sejumlah penambang pasir menceritakan kejadian mencekam saat awan panas tiba-tiba muncul dari balik bukit. Aktivitas tambang langsung dihentikan dan para pekerja dipaksa melarikan diri menyelamatkan diri.

Petugas pengamatan gunung melaporkan bahwa awan panas kali ini meluncur jauh, mencapai belasan kilometer. Jarak ini memperlihatkan skala aktivitas vulkanik yang meningkat dan potensi bahaya yang meluas.

Pemerintah Lumajang telah menerapkan status tanggap darurat dan meminta seluruh aparat desa memperketat pengawasan terhadap jalur evakuasi dan titik pengungsian. Semua pihak diminta waspada 24 jam untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Warga berharap kondisi segera pulih agar dapat kembali ke rumah mereka. Namun untuk saat ini, keselamatan menjadi prioritas, dan pengungsian diperkirakan masih akan berlangsung selama aktivitas Semeru tetap tinggi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.