Kejar Swasembada Pangan, Papua Genjot Produksi Beras hingga 500 Ribu Ton

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah pusat mempercepat langkah penguatan ketahanan pangan di Papua dengan mendorong peningkatan pasokan beras secara signifikan. Wilayah ini selama ini masih menghadapi defisit beras yang cukup besar dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kebutuhan beras tahunan di Papua diperkirakan mencapai ratusan ribu ton, sementara produksi lokal belum mampu mencukupi permintaan. Kondisi tersebut membuat Papua masih sangat bergantung pada pasokan beras dari luar daerah, yang kerap memicu persoalan distribusi dan harga.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah menargetkan peningkatan pasokan beras hingga sekitar 500 ribu ton. Upaya ini dilakukan melalui pembukaan lahan sawah baru yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Papua.

Kementerian Pertanian menyiapkan program cetak sawah baru seluas sekitar 100 ribu hektare. Lahan tersebut direncanakan berada di beberapa provinsi, termasuk Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat, dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan dan ketersediaan air.

Pembukaan sawah baru ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk mendorong Papua menuju swasembada pangan. Pemerintah menilai wilayah ini memiliki potensi lahan yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian padi.

Proyek cetak sawah direncanakan berlangsung secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menargetkan percepatan pengerjaan agar hasil produksi dapat segera dirasakan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar Papua.

Selain pembukaan lahan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa penyediaan benih unggul, pupuk, serta pendampingan teknologi pertanian bagi petani lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian utama. Pembangunan dan perbaikan irigasi, akses jalan produksi, serta sarana penyimpanan hasil panen dinilai krusial agar hasil pertanian dapat terserap pasar dengan baik.

Pemerintah daerah di Papua turut dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program ini. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat realisasi target produksi beras.

Selain beras, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas pangan lokal lainnya seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian. Diversifikasi pangan dianggap penting untuk memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.

Bagi masyarakat Papua, program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani. Produksi beras lokal yang meningkat diyakini dapat menekan biaya logistik dan harga pangan di tingkat konsumen.

Meski menghadapi tantangan geografis dan iklim, pemerintah optimistis target peningkatan produksi beras di Papua dapat tercapai. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di kawasan timur Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.