Keluarga Arteria Dahlan Bantah; Kakeknya Bukan Pendiri PKI Sumbar

oleh -

Keluarga Arteria Dahlan Bantah; Kakeknya Bukan Pendiri PKI Sumbar

Semangatnews, Padang- Paparan Hasril Chaniago di ILC TV ONE tadi malam berujung adanya bantahan dari Keluarga besar Arteria Dahlan, anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Penjelasan ini disampaikan adik ibu Arteria Dahlan, Prof.Dr. rer.nat.Auzal Halim,Apt. Dt. Bagindo Sati, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang.

Penjelasan yang bersifat bantahan ini diberikan sehubungan dengan  penjelasan wartawan senior Hasril Chaniago, dalam diskusi yang membahas soal pernyataan Puan Maharani tanggal 2 September yang sempat menghebohkan dunia maya dalam minggu ini.

Menurut Hasril Chaniago, kakek Arteria Dahlan yang bernama Bachtarudin adalah tokoh PKI yang ikut mendirikan partai PKI di Sumatera Barat. Namun
menurut Prof. Auzal Halim, tidak benar Arteria Dahlan mempunyai kakek bernama Bachtarudin. 

Menurut Auzul Halim, kakek Arteria Dahlan dari pihak ibu bernama H. Wahab Syarif, seorang pedagang textile di Tanah Abang. 

Neneknya bernama Hj. Lamsiar, ibu rumah tangga, dan melahirkan tujuah orang anak, dan salah satunya adalah ibu Arteria Dahlan bernama Hj. Wasniar. 

Hj. Wasniar adalah guru sekolah dasar perguruan Cikini dan kemudian menjadi guru tataboga di SMKN 30 Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Sedangkan kakek Arteria Dahlan dari pihak bapak, bernama H. Ahmad Dahlan bin H. Ali, seorang pedagang di Sumatera Barat, dan istrinya bernama Hj. Dahniar Yahya.  

Hj. Dahniar Yahya, yang biasa dipanggil Ibu Nian adalah seorang guru mengaji di Kukuban, Maninjau, dan adalah tokoh Masyumi. 

Menurut Auzul Halim, Hj. Dahniar Dahlan pernah ditahan oleh pemerintah Soekarno karena terlibat dengan pemberontakan PRRI. 

“Jadi tidak benar kakek Arteria Dahlan, adalah tokoh yang mendirikan Partai PKI, karena tidak ada kakeknya yang bernama Bachtaruddin, seperti yang disebutkan Hasril Chaniago,” ungkap Auzul Halim melalui keterangan tertulis yang kami kutip dari BentengSumbar.com, Rabu, 9 September 2020. (zln)