Keluhkan Harga Jagung, Peternak Ayam Lintau Buo Lakukan Unjuk Rasa.

by -

Semangatnews,Tanah Datar-Harga jagung yang tinggi akibat keterbatasan stok di pasaran dan sudah menembus angka Rp.5.100/kg dari sebelumnya Rp. 3.000/kg, membuat peternak ayam petelur asal Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar resah dan terancam menderita kerugian.

Keresahan ini yang membuat peternak ayam petelur se Kecamatan Lintau Buo dengan dibawah Koordinator Lapangan (Korlap) Indra Gunalan gelar unjuk rasa di kantor Bupati Tanah Datar dan disambut Sekda Hardiman didampingi Kabag Perekonomian Zaratul Khairi, Camat Lintau Buo Zulkifli dan dikawal aparat dari Polres Tanah Datar, Kamis (15/11).

Indra Gunalan menyampaikan 12 pernyataan sikap menuntut pemerintah untuk sesegera mungkin melakukan kerja nyata untuk mengatasi tuntutannya.

“Kami namakan ini 12 sikap jeritan peternak rakyat yang menuntut Bupati segera lapor ke Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk mengatasai atas kelangkaan jagung, kalau perlu dengan impor karena memang hasil jagung lokal sudah tidak bisa penuhi kebutuhan peternak,” sampainya.

“Kami minta pemerintah khususnya menteri pertanian segera mencabut larangan impor jagung dan segera bentuk Satgas Pakan Ternak,” teriak Indra yang didukung sekitar 375 peserta unjuk rasa.

Selain itu peternak ayam menuntut turunnya harga konsentrat dan pemerintah daerah menganggarkan pembelian bibit jagung.

“Kami juga mendesak Gubernur Sumbar untuk buat peraturan tentang larangan pembelian jagung lokal oleh perusahaan yang ada di Sumatera dan juga mendesak gubernur Sumbar untuk mencabut Pergub tentang Jagung,” sampainya.

Kepada presiden, pendemo juga minta serius mengendalikan dan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Sebagai gambaran, tambah Indra Gunalan, dengan jumlah peternak ayam petelur Tanah Datar ada 173 peternak dengan populasi ayam petelur sebanyak 2 juta ekor lebih.

“Dengan jumlah populasi ayam petelur, kita butuh dedak 95 ton/hari, jagung 182 ton/hari, konsentrat 98 ton/ hari. Dengan harga dedak Rp.3.300/kg, jagung Rp.5.000/kg dan Konsentrat Rp.7.900 sangat menyulitkan kita peternak ayam, bahkan sekarang sudah ada peternak kita yang gulung tikar,” tukasnya.

Sementara itu Sekda Hardiman menanggapi, apa yang menjadi tuntutan para peternak ayam petelur akan disampaikan ke pak Bupati.

“Saya menyampaikan permohonan maaf dari Pak Bupati karena saat bersamaan ada kegiatan yang tidak bisa beliau tinggalkan, namun apa yang menjadi tuntutan menjadi bahan dan disampaikan kepada Bapak Bupati dan diteruskan kepada Bapak Gubernur Sumbar,” ujar Hardiman.

Namun, tambah Hardiman, dikarenakan kurangnya stok jagung merupakan permasalahan nasional, diharapkan peternak ayam petelur untuk bersama-sama saling koordinasi dengan peternak ayam lainnya di Sumbar mencari solusi terbaik.

“Saya harap Korlap berkoordinasi dengan daerah lain yang mempunyai keluhan yang sama sehingga pemerintah propinsi dan pusat mendapatkan masukan bahwa tidak petani di daerah kita saja yang alami kesulitan jagung. Mari bersama-sama kita carikan solusi permasalahan ini,” pesannya. (W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.