Kemarau Mulai Menyebar, BMKG Sebut Hampir Sepertiga Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kering

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa musim kemarau 2026 mulai meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Hingga awal Juni, sekitar 28,6 persen wilayah Indonesia atau setara dengan 200 Zona Musim (ZOM) telah memasuki periode kemarau.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Tanah Air. Setiap daerah memiliki karakteristik iklim yang berbeda sehingga waktu masuk musim kemarau pun bervariasi.

Menurut BMKG, wilayah yang telah mengalami musim kemarau mencakup sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua Selatan. Sejumlah daerah bahkan sudah merasakan berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Data BMKG menunjukkan bahwa awal musim kemarau tahun ini dimulai sejak April di sejumlah wilayah Indonesia. Pada bulan tersebut, sekitar 16,3 persen wilayah memasuki musim kemarau, kemudian bertambah menjadi 26,3 persen pada Mei dan terus meluas pada Juni.

Meski kemarau mulai berkembang, BMKG mengingatkan bahwa hujan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah. Fenomena atmosfer seperti gelombang udara dan aktivitas siklon tropis masih dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun 2026 cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Faktor dinamika iklim global, termasuk indikasi perkembangan El Nino, menjadi salah satu penyebab yang perlu diwaspadai.

Selain lebih kering, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Puncak musim kemarau secara umum diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, curah hujan di berbagai wilayah diprediksi mencapai titik terendah sehingga masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Pemerintah daerah di sejumlah wilayah mulai melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat pengelolaan sumber daya air dan menyiapkan strategi mitigasi kekeringan. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor produksi pangan.

BMKG menegaskan bahwa informasi iklim akan terus diperbarui secara berkala agar masyarakat dapat memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan musim kemarau di daerah masing-masing.

Dengan semakin meluasnya wilayah yang memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan. Langkah antisipatif sejak dini dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul selama musim kering berlangsung.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.