Kementerian Ekraf Sasar 75 Kreator Talenta Periklanan Pariaman Lewat AKTIF Native Advertising

by -

Kementerian Ekraf Sasar 75 Kreator Talenta Periklanan Pariaman Lewat AKTIF Native Advertising

SEMANGATNEWS.COM. Jakarta, – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat talenta periklanan digital di Pariaman melalui Program AKTIF Native Advertising di Pendopo Wali Kota Pariaman, Sumatra Barat, Jumat (17/4). Kegiatan yang cukup berdampak ini diikuti 75 peserta terdiri dari mahasiswa, pemuda dan UMKM di Pariaman dan sekitarnya. Mereka adalah calon kreator yang produknya bisa tampil di tingkat nasional bahkan internasional.
Program kolaborasi bersama Indonesia Digital Association (IDA) ini menjadi langkah strategis mendorong subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan baru (the new engine of growth), serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabanjir.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, selaku keynote speaker mengatakan, mengapa memilih Pariaman, karena memenuhi janji Ibuk Menteri Widiyanti Putri Wardhana, yang pernah berkunjung kesini,sebut Cecep.

Dikatakan, KemenEkraf secara konsisten membantu program presiden untuk membangkitan kembali daerah bencana. “Kami melihat Pariaman memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekraf yang sangat besar, namun tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital.

Melalui tema Native Advertising and
Citizen to Digital Journalism, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal agar
mampu mempromosikan potensi daerahnya dengan standar kualitas media nasional. Tujuannya agar talenta di Sumatera Barat, khususnya Pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten, tegas Cecep

Ia menambahkan bahwa, industri periklanan global diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada 2026. Di Indonesia, penyerapan tenaga kerja di sektor ini bahkan meningkat hingga 14 persen dalam satu tahun terakhir.
“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekonomi kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital. Melalui program AKTIF Native Advertising, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mempromosikan potensi daerah dengan standar kualitas media nasional,” ujar Cecep.

Fokus utama program ini adalah mendorong skill para peserta melalui native advertising, sebuah pendekatan dalam mengemas iklan secara cerdas dan organik sehingga menyatu secara alami dengan konten. Menurut Cecep, di tengah banjir informasi, audiens cenderung menghindari iklan yang mengganggu.

“Kita ingin para peserta belajar cara membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis dan menarik tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Kami ingin talenta di Sumatera Barat, khususnya Pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten,” tambah Cecep.

Pelaksanaan AKTIF Native Advertising ini turut dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Ketua SMSI, Sumatera Barat, Zulnadi.
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa kegiatan Aktif Native Advertising merupakan momentum krusial untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah melalui platform digital.

“Pemerintah Kota berkomitmen penuh mendukung fasilitasi seperti ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menghasilkan karya visual berkualitas serta memperkenalkan potensi dan keunikan produk lokal Pariaman secara luas”, ujarnya sebelum secara resmi membuka acara.

Untuk memastikan materi selaras dengan kebutuhan industri terkini, program ini menghadirkan para mentor profesional lintas bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Di antaranya Muhammad Zulfikar dari National Geographic, Muin dan Febrizal sebagai praktisi jurnalisme dan editor video, Reiza Maspaitella dari Grid Voice, fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari, serta Aflili Sari dari Canvassador.

Kegiatan yang berlangsung 17–18 April ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis. Peserta juga mendapatkan pendampingan lanjutan untuk menyusun portofolio profesional, sebagai bekal menembus industri kreatif sekaligus membuka peluang menjadi jurnalis warga.

Karya yang dihasilkan akan diproyeksikan masuk ke media nasional, sehingga berpotensi menciptakan peluang kolaborasi dan monetisasi.
“IDA mendukung penuh kolaborasi bersama Kemenekraf dengan membawa standar industri langsung ke daerah. Sinergi ini memastikan bahwa peserta belajar langsung dari praktisinya mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelas Ramya Prajna S, Ketua Bidang Agency IDA.

Selain pembekalan ilmu, peserta juga berkesempatan memenangkan berbagai apresiasi dari OPPO Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif mereka.
Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Periklanan, Andy Ruswar; Direktur Penerbitan dan Fotografi, Imam Santosa, dan Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media, Selliane Halia Ishak, Sekretaris SMSI Sumbar, Gusfen Khairul, Ketua SMSI Pariaman, Ikhlas D.Murya. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.