Kemerdekaan Indonesia Berkat Pemberian Jepang, Ini Fakta yang tidak Ditemui di Buku Pelajaran

oleh -
Ilustrasi kemerdekaan RI tahun 1945. (Foto: Dok. Istimewa)
Ilustrasi kemerdekaan RI tahun 1945. (Foto: Dok. Istimewa)

SEMANGATNEWS.COM – Setiap tahunnya, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Terdapat sejumlah fakta di balik proklamasi yang diperingati setiap tahunnya tersebut, termasuk isu soal kemerdekaan berkat pemberian Jepang.

Faktanya, jauh sebelum Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun, Belanda telah terlebih dahulu menginjakkan kakinya di tanah air. Berdasarkan penjelasan dari perjalanan sejarah, negara ini dijajah cukup lama oleh negara ‘Kincir Angin’, yakni selama 3,5 abad atau 350 tahun lamanya, di samping Prancis (1806-1811), Inggris (1811-1816), Portugis (1509-1595) dan Spanyol (1521-1692).

Baca Juga:  [Caption] 10 Kata Bijak Ir. Soekarno untuk Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 Menginspirasi

Semenjak tahun 1509 hingga 1945, bangsa Indonesia berjuang sendiri untuk mempertahankan kedaulatan negara dan segala sumber daya alamnya agar tak direbut oleh asing.

Sudah tak terhitung banyaknya rakyat Indonesia yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini hingga bersatu menjadi sebuah bangsa yang berdaulat.

Berikut ini Semangatnews.com akan memberikan sejumlah fakta tentang kemerdekaan Indonesia dilansir dari akun YouTube dengan nama pengguna Invoice Indonesia:

Baca Juga:  Makna dan Tujuan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

1. Hari Jumat di Bulan Ramadan

Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 agustus 2605 menurut tahun Jepang, dan bertepatan juga dengan tanggal 9 bulan Ramadhan tahun 1364 Hijriah pada pukul 10.00 WIB.

2. Bung Karno sakit

Bung karno, sapaan akrab untuk presiden Soekarno ternyata sedang dalam kondisi tidak sehat ketika membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945. Dua jam sebelum pembacaan proklamasi, bung karno masih tertidur pulas di kediamannya di jalan Pegangsaan Timur nomor 56. Oleh dokternya beliau di diagnosa terserang penyakit malaria tertiana, suhu tubuh dari Bung Karno saat itu sangat tinggi sehingga dokternya memberikan obat untuk menurunkan panas.

No More Posts Available.

No more pages to load.