Kepala DKPP Mentawai Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreniur

oleh -

Kepala DKPP Mentawai Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreniur

Semangatnews, Mentawai – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai sekaligus Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Hatisama Hura dorong Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Mentawai (AKN) binaan Politeknik Negeri Lampung menjadi Pengusaha.

“Kita perdayakan adik-adik kita untuk mengolah potensi yang ada di daerah kita dibidang pakan lokal seperti pisang, sagu dan keladi dijadikan tepung lalu dijadikan Kuliner,” ungkapnya kepada Wartawan saat acara Monitoring Evaluasi Tim Pembina dari Politeknik Negeri Lampung di kampus Akademi Komunitas Mentawai. Rabu, (31/07/2019).

Selanjutnya dikatakan, untuk mendukung hal itu pihaknya akan memfasilitasi Alumni yang berkompeten untuk melaksanakan program alternatif pangan lokal yang berada di wilayah di kabupaten kepulauan Mentawai.

“Sesui Koordinasi kami dengan bapak Bupati Mentawai untuk memperdayakan Alumni dibidangnya. Tentu untuk mendukung rasa Entrepreniur di bidang Industri. Ajang ini merupakan hubungan Pemerintah kabupaten melalui DKPP Mentawai dengan Alumni untuk menjadi nilai guna,” tambahnya.

“Saya minta kepada Admin untuk mengumpulkan Alumni yang berkompeten 10 sampai 20 orang per kelompok untuk menampung hasil-hasil Sumber daya alam dimasing-masing daerah di kepulauan Mentawai,” sebutnya.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan pertemuan guna merancang hal terkait. Dan memberikan pembinaan disetiap kelompok.

Selain itu, Hatisama Hura melakukan pertemuan sebagai pendekatan terhadap Dosen Teknologi pangan dengan membuka diskusi tentang Program Studi Teknologi Pangan. Mengingat keberadaannya yang baru di kampus itu.

Ia berharap Kampus Akademi Komunitas menjadi besar guna membantu orang tua di Mentawai untuk melanjutkan Pendidikan lebih tinggi. Apalagi menurutnya kehadiran Akademi Komunitas sangat membantu Masyarakat di bidang keuangan. Sebab, kuliah di Akademi Komunitas tidak di pungut biaya.

“Apabila semakin besar tentu semakin banyak mahasiswa. Disegi tempat kampus tentu sudah mengurangi biaya. Salah satunya biaya transportasi,’ tutupnya.(Erik)