semangatnews.com, Padang – Perlunya kita membuat Rencana Kerja Jangka Panjang (RKJP) 25 tahun dalam kegiatan perkumpulan Ikatan Alumi ESTIGO ( SSRI-SMSR-SMKN 4) Padang, menyadari potensi masyarakat Sumatera Barat sejak dahulunya mengandalkan kekuatan otak dengan melahirkan tokoh terdidik, pemikir, baik dalam berkarya dan berkerja maupun dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka hidup dalam idealitas prinsip budaya yang sederhana, tulus iklas, lurus dan bersih, bagaiman ide dan gagasan mereka itu bemanfaat bagi banyak orang.
Hal ini diugkapkan Ketua I Bidang Pemerintahan, Komunikasi dan Informasi, Zardi Syahrir, SH.MM dalam rapat kecil Pengurus ESTIGO masa bakri 2026-2031, di penginapan Arini Gunung Pangilun Padang, Kamis siang (18 Juni 2026). Hadir juga dalam kesempatan itu Wakil Sekretaris bidang administrasi kealumnian Jasrizal Rasyid, Anggota Dewan Pertimbang Hj. Nirmawati.
Lebih lanjut Zardi mengatakan, dengan mengandalkan kekuatan otak dan pemikir tersebut orang minang itu konsen dengan beberapa profesi yang ditekuninya seperti, politikus, pendidik, jurnalis, pedagang, seniman, budayawan dan ulama.
“Guna menjaga marwah tersebut, tentunya alumni-alumni Estigo yang memiliki bakat dan talenta kesenirupaan juga hendak melakukan ungkapan pesan karya-karya kesenirupaan yang memberikan gagasan-gagasan ide, apakah berupa kritikan sosial, masalah sosial, pelestarian nilai-nilai budaya maupun karya kesenirupaan yang memberikan imajinasi kehidupan dimasa datang,” ujarnya.
Zardi mengakui ini ide RKJP ini belum ada perkumpulan setingkat alumni melakukan hal-hal seperti ini, karena selama ini ikatan alumni sekolah apalagi setingkat SLTA. Namun kita menyadari tinkat perkumpulan alumni yang kuat dalam sisi diri setiap orang itu lahir dan tumbuh lebih kuat itu dari pengenal jati diri di usia 15 -18 tahun ini, dimana mulai tumbuhnya mimpi-mimpi dan harapan kehidupan yang lebih baik de depanya.
“Di Estigo kita berlajar dasar-dasar kesenirupaan, ada telenta bakat yang termotivasi tumbuh bergelora waupun itu belum apa-apa dan kondisi persaingan kesenirupaan global, namun disetiap alumni pasti memiliki pengetahuan dasar kesenirupaan untuk dapat mereka melahirkan karya-karya menarik dari berbagai karya-karya kesenirupaan, apakah itu bentuk seni lukisan, seni patung, seni reklame, seni ilustrasi, animasi, disain grafis, seni membatik, seni pahat kriya, seni pertamanan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Zardi katakan, juga kehadiran perkumpulan alumni Estigo yang hanya ada 3 sekolah yang sama se Indonesia, Padang, Yogyakarta dan Bali ini juga, sebagai wadah berhimpun, komunikasi, silaturrahmi, motivasi, tumbuh, hidup dan perlindungan terhadap karya-karya kesenirupaan yang tercipta dan berkembang dari para alumni guna ikut serta dalam kontribusi memajukan pembangunan daerah dan nasional.
“Tidaklah selalu sebuah karya kesenirupaan itu, berada pada jual beli karya kesenirupaan semata, namun lebih dari pada itu, bagaimana karya-karya kesenirupaan mendapat tempat empati setiap orang dan masyarakat melihat, membaca dan memaknainya dalam bentuk apresiasi tinggi dalam peradaban kesenirupaan itu memberi cerita, kisah, sejarah, nilai-nilai catatan dari waktu ke waktu. Setiap perupa pastinya memiliki khas, keragaman, karakter, ide gagasan karya yang berbeda-beda cara penyampaikan pemikiran, nilai dan makna yang diungkapkannya,” jelasnya.

Ketua Estigo Resky Darwin dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta identitas resmi Estigo lain sudah tutas, saatnya kita juga melakukan upaya bagaimana perkumpulan alumni Estigo ini berbadan hukum, sehingga aktifitas dan agenda kegiatan kepengurusan ini dapat diterima semua pihak.
“Kita akan lanjutkan dalam pengurusan akta notaris, berbadan hukum ke Kementerian Hukum Republik Indonesia sesesuai dengan aturan yang berlaku. Kita ingin kehadiran perkumpulan ini dapat diterima semua pihak dalam memajukan karya-karya kesenirupaan Sumatera Barat. Termasuk bagaimana para alumni berkontribusi memajukan pembangunan daerah dengan ide-ide dan gagasan terbaiknya mendorong kemajuan,” ujar Ekky.
Ekky juga katakan, kita ingin perkumpulan Estigo tumbuh dan hidup sebagaimana yang tertuntun dalam AD-ARTnya. Tentunya persoalan pembiayaan kegiatan dan program menjadi sesuatu yang penting baik dari dalam alumni maupun dukungan dari banyak pihak agar dunia kesenirupaan Sumatera Barat tumbuh lebih subur, berkualitas dan sejahtera.
“Perkumpulan ini membutuhkan pendanaan dan kerjasama, tentunya upaya – upaya ini menjadi pemikiran kita pengurus dan alumni ada dana yang terkumpul dengan aktifitas, fasilitas dan kegiatan kepengurusan ini dapat berjalan sebagaimana mesti, sehingga eksistensi perkumpulan menjadi wadah pemersatu semua alumni Estigo,” ungkapnya.
Seiring itu Ardim salah satu anggota Dewan pembina kepenguruas Estigo ini juga mengatakan, gagasan menyiapkan konsep RKJP Estigo yang diusulkan ini akan membuka ruang yang luas bagi semua pihak seperti gagasan bagaimana Sumatera Barat suatu waktu memiliki Gedung Galery skala Internasional di Sumatera Barat.
“Dan banyak ide-ide liar kita saat ini, bagaimana pemerintah menyediakan pasar seni karya kesenirupaan, adanya ruang yang luas setiap orang untuk melakukan aktifitas produk kesenirupaan Sumatera Barat terlidungi dan mendapat tempat sebagaimana mestinya. Ada Dewan Setifikasi karya kesenirupaan untuk meningkatkan motivasi setiap perupa berkarya terjamin hidup dan kesejahteraannya,” ujarnya sambil tersenyum senang. (*)

