Kisah Sedih Buruh Sawit Dibalik Anjloknya Harga TBS

by -

SEMANGATNEWS.COM, DHARMASRAYA – Anjloknya harga jual sawit beberapa minggu belakangan, bahkan terhitung sejak Jum’at (13/5) Puluhan RAM atau timbangan Sawit masyarakat di Dharmasraya mayoritas tutup dan tidak lagi beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan serta dampak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak lagi menerima buah (TBS) milik masyarakat melahirkan banyak problem. Di antaranya berdampak

terhadap yang berprofesi sebagai tukang panen maupun bongkar muat Sawit.

Seperti hal yang dialami warga Sialang Gaung ini, Sriadi (37 th), saban hari beliau bekerja sebagai tukang panen di kebun Sawit warga. Beliau mengaku bingung, mesti berbuat apa, ketika mendengar informasi bahwa timbangan maupun pabrik Sawit tidak menerima buah lagi.

“Tidak tahu bang, mesti kerja apalagi habis ini, ” sebutnya ketika mengawali pembicaraan dengan Semangat News, Jum’at (13/5)

Sriadi mengaku, saban hari untuk pemenuhan ekonomi keluarga, beliau menjadi buruh panen Sawit, tidak ada yang lain. Satu minggu dia bisa mengantongi penghasilan 700 hingga 800 ribu rupiah, dan itu habis untuk menutup biaya hidup keluarga. Biaya pendidikan anak, biaya makan sehari-hari dan biaya angsuran pinjaman.

“Seminggu yo pas-pasan untuk biaya hidup, syukur kemaren dapat bantuan bedah rumah,, untuk besok ini ndak tau, mau usaha apa,” sebutnya dengan nada sedih.

Lain lagi yang dialami Muswardi (43 th) beliau mengaku Sawit nya berhasil ditimbang, namun tidak mendapatkan uang, hanya kwitansi yang dibawa pulang.

“Berhasil dijual dan ditimbang, tapi uangnya nggak ada, kata bos timbangan uang nya besok, sudah berapa hari nih, belum juga terima uang,” sebutnya.

Menanggapi permasalahan ini, Sekretaris Asosiasi Petani Sawit Indonesia (APKASINDO) Propinsi Sumatera Barat Jhon Nasri saat diwawancarai salah satu Wartawan TV , Rabu (11/5) di Dharmasraya, beliau meminta persoalan ini segera dapat diselesaikan, kalau tidak besar kemungkinan masyarakat akan banyak yang jatuh miskin. (rsy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.