KKN FBiPK Universitas Brawijaya Hadirkan Program Mengajar Berdampak Di MI Mathlaul Huda Desa Argosuko

by -

KKN FBiPK Universitas Brawijaya Hadirkan Program Mengajar Berdampak Di MI Mathlaul Huda Desa Argosuko

 

SEMANGATNEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) Desa Argosuko yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. melaksanakan program Mengajar Berdampak di MI Mathlaul Huda, Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada 20–21 Juli 2026.

Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas V dan VI sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta mampu meningkatkan pemahaman siswa melalui metode belajar berbasis permainan.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan suasana belajar yang mampu mendorong partisipasi aktif siswa di dalam kelas. Pembelajaran yang dikemas secara interaktif tidak hanya membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta semangat belajar.

Melalui Program Mengajar Berdampak, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya berupaya memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dengan mengombinasikan penyampaian materi, permainan edukatif, dan evaluasi pembelajaran.

Pada hari pertama, Senin (20/7), kegiatan dilaksanakan bersama siswa kelas V dengan materi mengenai tahapan pertumbuhan tanaman. Sebelum pembelajaran dimulai, seluruh siswa mengikuti “Misi Awal Petani Cilik” sebagai pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan dipelajari.

Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan proses pertumbuhan tanaman mulai dari tahap perkecambahan hingga tanaman tumbuh dan berkembang.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, pembelajaran dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa kegiatan mengurutkan gambar sesuai tahapan pertumbuhan tanaman. Siswa dibagi menjadi dua kelompok dan bekerja sama menyusun urutan pertumbuhan tanaman secara benar, kemudian menghias hasil pekerjaan kelompok mereka. Melalui aktivitas tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami konsep pertumbuhan tanaman, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama, berdiskusi, dan berkreasi.

Pada hari kedua, Selasa (21/7), kegiatan dilanjutkan bersama siswa kelas VI dengan materi matematika dasar yang dikaitkan dengan konsep ekonomi pertanian. Sebelum materi diberikan, siswa terlebih dahulu mengikuti “Misi Awal Juragan Cilik” sebagai pre-test untuk mengukur kemampuan awal mereka.

Materi disampaikan menggunakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami penerapan operasi hitung dalam aktivitas ekonomi pertanian. Setelah sesi materi selesai, mahasiswa mengajak siswa mengikuti permainan edukatif yang dikemas menyerupai konsep Family 100 berjudul Aku Juragan.

Siswa dibagi menjadi dua kelompok, kemudian perwakilan dari masing-masing kelompok secara bergantian menjawab soal-soal matematika yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi pertanian. Suasana belajar berlangsung aktif dan penuh antusiasme karena siswa diajak berpikir cepat sekaligus bekerja sama dalam tim untuk memperoleh poin terbanyak.

Sebagai evaluasi pembelajaran, pada kedua kelas mahasiswa kembali mengajak siswa mengerjakan post-test yang dikemas sebagai “Misi Akhir Petani Cilik” untuk kelas V dan “Misi Akhir Juragan Cilik” untuk kelas VI.

Pendekatan tersebut membuat proses evaluasi terasa lebih menyenangkan sehingga siswa tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Melalui Program Mengajar Berdampak, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi siswa MI Mathlaul Huda. Pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta semangat untuk terus belajar.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan menyenangkan guna meningkatkan kualitas pendidikan serta pengalaman belajar siswa di Desa Argosuko.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.