KKN FBiPK Universitas Brawijaya Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Aquaponik Berbasis Galon Bekas

by -

KKN FBiPK Universitas Brawijaya Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Aquaponik Berbasis Galon Bekas

 

SEMANGATNEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui penerapan sistem aquaponik berbasis galon bekas di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Program yang mengusung tema “Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Pertanian Terpadu” ini dilaksanakan pada Selasa (14/7) di kediaman salah seorang perangkat Desa Argosuko, Pak Sus. Kegiatan tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si., sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan teknologi aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dan tanaman sayuran dalam satu sistem yang saling mendukung. Berbeda dari sistem konvensional, aquaponik memanfaatkan limbah metabolisme ikan yang kaya unsur nitrogen sebagai nutrisi bagi tanaman. Sebaliknya, tanaman berperan menyaring air sehingga kualitas air tetap terjaga dan dapat digunakan kembali untuk pemeliharaan ikan.

Selain hemat air dan ramah lingkungan, sistem ini juga mampu mengurangi penggunaan pupuk serta mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi yang sebelumnya terbuang. Keunggulan tersebut menjadikan aquaponik sebagai solusi praktis untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Menariknya, instalasi aquaponik dibuat menggunakan galon bekas berkapasitas 19 liter yang disulap menjadi media budidaya. Inovasi ini menunjukkan bahwa limbah rumah tangga masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif dan tepat sasaran.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar aquaponik oleh narasumber dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang. Setelah itu, mahasiswa bersama masyarakat melakukan praktik langsung merakit instalasi aquaponik.

Peserta diajak menyusun media tanam menggunakan arang, menanam kangkung pada bagian atas galon, kemudian memasukkan sepuluh ekor bibit ikan lele ke dalam setiap galon sebagai media budidaya. Kangkung dipilih karena memiliki pertumbuhan yang cepat, mudah dibudidayakan, serta mampu menyerap nutrisi dari limbah ikan secara optimal. Dengan demikian, tanaman ini sangat sesuai diterapkan pada sistem aquaponik skala rumah tangga.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembuatan instalasi, tetapi juga terlibat langsung dalam perakitan media tanam hingga penebaran bibit ikan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa teknologi sederhana ini dinilai mudah diterapkan, hemat biaya, serta berpotensi menjadi alternatif budidaya pangan di lingkungan rumah.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh instalasi aquaponik yang telah dibuat diserahkan kepada masyarakat Desa Argosuko untuk dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri. Mahasiswa berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas pekarangan rumah.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui optimalisasi pekarangan sebagai ruang produktif, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali galon bekas sebagai media budidaya yang ramah lingkungan.

Melalui program “Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Pertanian Terpadu”, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus berteknologi tinggi. Dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar, masyarakat dapat membangun sistem produksi pangan mandiri yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan pekarangan secara produktif.

Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mengembangkan pertanian skala rumah tangga yang murah, mudah diterapkan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Artikel ini sudah memenuhi kaidah penulisan media online dengan struktur yang lebih kuat, alur yang lebih mengalir, serta penutup yang menegaskan manfaat program bagi masyarakat. Judulnya juga dibuat lebih menarik agar memiliki nilai baca yang lebih tinggi tanpa mengubah substansi kegiatan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.