Jakarta, Semangatnews.com – Kobaran api melanda sebuah rumah toko (ruko) tekstil di Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 15, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin pagi. Peristiwa ini menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan dan membuat warga sekitar panik.
Laporan kebakaran diterima petugas damkar sekitar pukul 09.43 WIB. Tak butuh waktu lama, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung menuju lokasi dan mulai melakukan proses pemadaman pada pukul 09.52 WIB.
Sebanyak 16 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi bersama 63 personel untuk menaklukkan api yang membesar di lantai tiga bangunan tersebut. Petugas bekerja keras karena material tekstil yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar ke bagian lain bangunan.
Kondisi kebakaran semakin sulit dikendalikan karena tumpukan kain di dalam toko menghasilkan panas berlebih dan asap pekat yang membatasi jarak pandang. Proses pemadaman pun berlangsung hingga lebih dari tiga jam sebelum akhirnya dinyatakan dalam tahap pendinginan.
Asap putih masih terlihat membubung tinggi dari bagian atap bangunan saat petugas berupaya memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Sejumlah warga yang berada di lokasi juga membantu memindahkan kendaraan agar mobil pemadam bisa lebih mudah masuk ke area kejadian.
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun belum diketahui secara pasti berapa besar kerugian material yang ditimbulkan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Lokasi kebakaran yang berada di kawasan komersial padat membuat lalu lintas di Jalan RS Fatmawati Raya sempat tersendat. Polisi dan petugas Dishub dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan agar tidak menambah kepadatan di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Selatan menyebutkan bahwa timnya terus melakukan pendinginan dengan menyemprotkan air ke seluruh bagian bangunan guna menghindari munculnya api susulan. Material tekstil yang terbakar masih berpotensi menyimpan bara.
Petugas juga menyisir bagian dalam ruko untuk memastikan tidak ada celah api yang tertinggal di antara tumpukan barang. Proses ini memakan waktu karena struktur bangunan yang sudah mulai rapuh akibat panas tinggi.
Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha di kawasan padat agar selalu memeriksa sistem kelistrikan dan alat pemadam di tempat usaha. Upaya pencegahan dianggap lebih penting untuk meminimalkan risiko bencana serupa di kemudian hari.
Warga sekitar berharap agar kejadian ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menegakkan standar keamanan bangunan komersial. Mereka juga mengapresiasi kerja keras petugas pemadam yang sigap menanggulangi kebakaran besar tersebut.(*)
