Jakarta, Semangatnews.com – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, ucapan Presiden bertujuan menenangkan masyarakat agar tidak panik menghadapi gejolak ekonomi global.
Misbakhun menilai fluktuasi dolar AS memang lebih banyak berdampak kepada kelompok masyarakat tertentu, terutama kalangan yang memiliki aktivitas transaksi menggunakan mata uang asing. Ia menyebut masyarakat kecil di desa tidak terlalu terdampak secara langsung.
“Yang terpengaruh dolar itu orang kaya,” ujar Misbakhun saat menanggapi pidato Presiden Prabowo yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Misbakhun, pernyataan Presiden tidak boleh dimaknai sebagai bentuk meremehkan pelemahan rupiah. Ia menegaskan pemerintah tetap serius menjaga stabilitas nilai tukar dan kondisi ekonomi nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa pelemahan rupiah harus tetap menjadi perhatian Bank Indonesia dan otoritas ekonomi lainnya. Stabilitas kurs dinilai penting agar tidak memengaruhi harga barang dan daya beli masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah memang mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS. Kondisi tersebut dipicu sentimen global dan penguatan mata uang Amerika Serikat di pasar internasional.
Meski demikian, DPR meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi kurs. Pemerintah disebut terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Pernyataan Prabowo sebelumnya menjadi sorotan publik setelah dirinya berkelakar soal dolar AS saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Ucapan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak terlalu terdampak oleh kenaikan dolar karena aktivitas ekonomi mereka lebih banyak menggunakan rupiah. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang selama pemerintah mampu menjaga ekonomi nasional.
Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap dapat berdampak tidak langsung terhadap masyarakat luas. Kenaikan harga barang impor dan bahan baku berpotensi memicu inflasi di berbagai sektor ekonomi.
Komisi XI DPR berharap kondisi nilai tukar rupiah segera kembali stabil agar kepercayaan investor dan pelaku usaha tetap terjaga. Pemerintah juga diminta terus memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.(*)

