Korut Kutuk Serangan AS-Israel, Menyebutnya ‘Agresi Ilegal’

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Republik Korea Utara (Korut) mengecam keras serangan militer yang dilakukan bersama oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Iran, menyebut tindakan itu sebagai bentuk “agresi ilegal” dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan sebuah negara berdaulat. Pernyataan keras ini disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, yang menegaskan bahwa operasi militer tersebut memperlihatkan sifat hegemonik dan “seperti gangster” dari kedua negara barat itu.

Korut menilai serangan yang dilancarkan di tengah kondisi diplomasi yang sedang berlangsung merupakan bentuk eskalasi yang tidak dapat dibenarkan di bawah hukum internasional. Dalam pernyataannya, Pyongyang juga menyerukan negara-negara lain yang memiliki kepentingan sama untuk mengambil bagian dalam upaya memulihkan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pernyataan itu muncul setelah laporan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel, sebuah titik balik dramatis yang memicu reaksi keras dari banyak negara di dunia.

Reaksi Korut merupakan bagian dari meningkatnya kecaman global terhadap serangan tersebut, terutama dari negara-negara yang menilai tindakan militer itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan potensi pemicu konflik yang lebih luas. Pemerintah Korut juga menyatakan penentangan tegas terhadap apa yang mereka sebut “perang agresi” oleh AS dan Israel, yang dinilai sebagai ancaman terhadap perdamaian dunia.

Analisis pengamat internasional menyebut sikap Korut mencerminkan posisi geopolitik Pyongyang yang secara umum menolak dominasi militer AS di kancah global dan sering berdiri di sisi perlawanan terhadap apa yang mereka sebut intervensi asing. Pernyataan Korut juga dipandang sebagai tanda bahwa konflik Timur Tengah kini menjadi sorotan penting dalam arena hubungan internasional di Asia Timur.

Pernyataan keras dari Korut juga muncul di tengah laporan yang menunjukkan penguatan respons militer Iran terhadap serangan tersebut, termasuk peluncuran rudal balistik yang menargetkan kapal induk AS di Teluk Persia.

Sementara itu, sejumlah negara lain juga mengeluarkan respons mereka, baik melalui kecaman, seruan deeskalasi, maupun pengutamaan diplomasi dalam menanggapi krisis ini. Semua ini mencerminkan krisis yang meningkat menjadi isu global dengan implikasi luas terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.