Kota Tegal Ajak Masyarakat dan Kota-kota di Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Setelah peresmian pusat daur ulang sampah yang berlokasi di kelurahan Mintaragen pada 24 Februari 2021 lalu, Pemerintah Kota Tegal bersama dengan PT Trinseo Materials Indonesia dan PT Kemasan konsisten menjalankan program “Yok Yok Ayok Daur Ulang!” yang didukung oleh berbagai organisasi, seperti Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (INAPLAS); Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), dan Responsible Care® Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Pessel Terima Penghargaan Pengarustamaan Gender dari Gubernur

Melalui webinar pada Senin (29/3/20201) bertajuk “Upaya Kelola Sampah dan Daur Ulang Kota Tegal dalam
Mendorong Ekonomi Sirkular” yang dipandu oleh Hanggara Sukandar, Sustainability Director dari Responsible Care® Indonesia, bahasan kali ini berfokus pada upaya pengelolaan dan daur ulang sampah dalam mendorong ekonomi sirkular.

Kali ini Pemerintah Kota Tegal mengajak masyarakat dan pemerintah di kota-kota lain untuk turut serta menjalankan program pengelolaan dan daur ulang sampah, terutama sampah plastik.
Volume sampah yang tidak terkelola dengan baik dan banyaknya sampah yang berakhir di TPA masih menjadi permasalahan yang disebabkan oleh belum adanya optimalisasi dalam mengelola dan mendaur ulang sampah plastik di negeri ini.

Baca Juga:  30 CPNS di Pesisir Selatan Ikuti Latsar Dibuka Bupati Rusma Yul Anwar, M.Pd

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pemerintah Kota Tegal, tercatat bahwa setiap hari warga Kota Tegal menghasilkan hingga 250 ton sampah, di mana 30% diantaranya merupakan sampah plastik, sebesar 214 ton total timbunan sampah, serta 16 ton volume sampah anorganik.