Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali berdampak pada pasokan energi global. China secara terbuka mendesak Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini mengalami gangguan serius.
Desakan ini muncul setelah pasokan minyak mentah ke China dilaporkan mulai menipis akibat terganggunya jalur distribusi energi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan krisis bahan bakar yang lebih luas.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bahkan disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Iran. Ia meminta agar jalur strategis tersebut dibuka demi menjaga stabilitas pasokan energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan ini, menjadikannya urat nadi energi internasional.
Sejak konflik memanas pada awal 2026, jalur ini mengalami gangguan serius. Penutupan atau pembatasan akses membuat distribusi minyak tersendat dan memicu lonjakan harga energi dunia.
China sebagai salah satu importir minyak terbesar dunia sangat bergantung pada stabilitas kawasan Teluk Persia. Gangguan di Selat Hormuz langsung berdampak pada ketersediaan energi dalam negeri.
Selain itu, kondisi ini juga berpotensi meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor industri. Kenaikan harga energi biasanya akan diikuti oleh lonjakan harga barang dan jasa secara luas.
Pemerintah China menilai bahwa blokade atau pembatasan jalur pelayaran hanya akan memperburuk situasi global. Oleh karena itu, pendekatan diplomasi dianggap sebagai solusi terbaik.
China juga menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri. Stabilitas kawasan dinilai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi dunia.
Sementara itu, negara-negara lain juga mulai merasakan dampak serupa. Ketergantungan terhadap jalur Selat Hormuz membuat gangguan di kawasan ini berdampak global.
Jika situasi tidak segera membaik, krisis energi bisa menjadi ancaman nyata. Desakan China pun menjadi sinyal bahwa tekanan internasional terhadap Iran semakin meningkat.(*)

