Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Halaman 46 47 48 49, Subtema 1 Globalisasi di Sekitarku: Pembelajaran 6

by -
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Halaman 46 47 48 49, Subtema 1 Globalisasi di Sekitarku: Pembelajaran 6
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Halaman 46 47 48 49, Subtema 1 Globalisasi di Sekitarku: Pembelajaran 6

SEMANGATNEWS.COM – Berikut ini disajikan kunci jawaban untuk Kelas 6 SD/MI. Adik-adik dapat menggunakannya sebagai pedoman untuk belajar.

Kunci jawaban membahas materi yang terdapat pada pembelajaran 43 sampai 50, Subtema 1 Globalisasi di Sekitarku, Tema 4 Globalisasi. Pembahasan kunci jawaban terdapat pada halaman 46, 47, 48, dan 49.

Kunci jawaban ini juga disertai materi yang sesuai dengan Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2018. Materi tersebut meliputi ‘melakukan pola langkah, kuda-kuda, dan sikap pasang pada Pencak Silat’, ‘menemukan informasi pada bacaan’, dan ‘melakukan diskusi dan menganalisis untuk memecahkan masalah’.

Kunci jawaban Tema 4 Kelas 6 ini juga diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam mengoreksi jawaban siswa.

Ayo Mencoba

Sebelumnya kamu telah mempelajari keterampilan dasar kuda-kuda dalam silat dan mempraktikannya dengan kombinasi pola langkah. Sekarang kamu akan belajar empat jenis keterampilan pasang.

Sikap pasang merupakan kombinasi sikap kaki dan sikap tangan dengan kuda-kuda maupun tanpa kuda-kuda yang selalu disertai dengan kesiagaan mental dan indera secara total.

Amati gambar berikut.

A. Sikap Pasang Satu
yakni sikap dengan kuda-kuda tengah belakang, dengan berat badan di tengah, posisi kaki depan dan belakang sejajar (sikap pasang tertutup). Posisi kedua telapak tangan terbuka. Di kegiatan olahraga hari ini kamu akan melanjutkan latihan silat. Setelah bugar nanti, kalian akan melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi tentang globalisasi dan saling ketergantungan antarnegara.

B. Sikap Pasang Dua
yakni sikap pasang dengan kuda-kuda tengah serong (sikap pasang tertutup, dengan satu tangan mengepal).

C. Sikap Pasang Tiga
yakni sikap pasang dengan kuda-kuda samping (sikap pasang tertutup, posisi tangan kanan lurus, tangan kiri bersilang di dada atau sebaliknya. Posisi kedua telapak tangan terbuka menghadap ke atas.

D. Sikap Pasang Empat
yakni sikap pasang dengan kuda-kuda depan (posisi telapak tangan depan mengepal, telapak tangan yang lainnya terbuka silang di dada).

Kamu dapat bertanya langsung kepada guru tentang hal yang ingin diketahui lebih lanjut tentang teknik dasar kuda-kuda, pola langkah, dan sikap pasang. Kamu telah berlatih pola langkah: ke depan, ke belakang, dan ke samping yang dibarengi dengan kuda-kuda, pada pembelajaran sebelumnya. Sekarang kamu akan berlatih sikap pasang kuda-kuda yang dikombinasikan dengan variasi pola longkah, dan sikap pasang. Sebelumnya, perhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru dengan teliti.

Kunci Jawaban Halaman 46

Ayo Membaca

Amati gambar berikut dengan teliti, dan baca teks eksplanasi di bawahnya dalam hati.

Mengapa Mati Lampu?

Listrik memiliki peran penting di era globalisasi. Globalisasi terjadi karena perkembangan teknologi di berbagai bidang, yang didukung oleh peran listrik sebagai sumber energi di dalamnya. Kehidupan warga dunia saat ini menjadi sangat dekat dengan listrik. Listrik menjadi bagian kehidupan dalam keseharian yang tidak terpisahkan. Sehingga, saat arus listrik di rumah mendadak terputus, biasa kita sebut sebagai mati lampu, kejadian tersebut menjadi hal yang cukup mengganggu. Faktor apakah yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai perusahaan negara yang mengurus bidang kelistrikan sesungguhnya juga tidak menyukai kejadian mati lampu apalagi padam dalam waktu yang cukup lama. Karena hal tersebut akan sangat mengganggu berjalannya proses Pembangkit–Transmisi–Distribusi energi listrik. Faktor-faktor penyebab mati lampu antara lain adalah: Ketidaksiapan pembangkit, gangguan transmisi atau gangguan distribusi. Faktor yang berpengaruh bisa dari luar dan dari dalam. Faktor luar yaitu: gangguan alam seperti petir, pohon, dan hewan yang menyentuh jaringan, atau galian yang menyebabkan kabel tanah rusak. Sedangkan faktor dalam terjadi pada gangguan komponen dan peralatan yang terpasang pada jaringan.

Nah, kita sebagai warga masyarakat pengguna listrik, tentunya dapat membantu untuk mencegah terjadinya faktor luar guna menghindari terjadinya mati lampu. Mari kita bersama-sama ikut menjaga keberadaan listrik di tengah kita.

Jawab pertanyaan berikut berdasarkan teks. Diskusikan bersama teman untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan tepat.

1. Apa topik/gagasan utama bacaan di atas?
Jawaban:
Faktor penyebab mati lampu.

2. Apa saja penyebab terputusnya aliran listrik dari stasiun pembangkit hingga ke rumah warga?
Jawaban:
Faktor dari luar seperti gangguan alam, pohon, dan hewan. Serta faktor dalam seperti gangguan komponen dan peralatan yang terpasang pada jaringan.

3. Bagaimana mencegah terjadinya mati lampu?
Jawaban:
Masyarakat hendaknya mencegah faktor luar terjadi, seperti :
– Memotong sendiri atau melapor ke PLN jika menemukan pohon yang berisiko mengganggu jaringan listrik
– Tidak menyadap (mencuri) jaringan listrik
– Tidak merusak jaringan listrik dengan sengaja
– Melarang anak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

Diskusikan pertanyaan tersebut bersama teman untuk mendapatkan jawaban yang tepat dan lengkap.

Kunci Jawaban Halaman 47

Ayo Menulis

Tuliskan informasi tersebut dalam bentuk gambar berseri berikut. Perhatikan pengunaan kosakata baku dan kalimat efektif.

Jawaban:

Kamu dapat membuat ilustrasi gambar sesuai dengan isi informasi pada setiap halamannya. Setelah selesai, kamu dapat saling menceritakan isi gambar berserimu kepada teman-teman di kelas.

Jawaban:

Halaman 1 : (Judul) – Mati Lampu

Halaman 2 : Pernyataan Umum
Listrik memiliki peran penting di era globalisasi.

Halaman 3 : Deret Penjelas
– PLN tidak menyukai mati lampu karena dapat mengganggu proses Pembangkit-Transmisi-Distribusi listrik.
– Faktor penyebab mati lampu yaitu ketidaksiapan pembangkit, gangguan transmisi, atau gangguan distribusi. Faktornya bisa dari luar yaitu gangguan alam seperti petir, pohon, dan hewan. Serta faktor dalam seperti gangguan komponen dan peralatan pada jaringan.

Halaman 4: Kesimpulan dan pesan/pendapat pribadi penulis
Listrik berperan penting dalam kehidupan warga dunia saat ini. Sebagai pengguna listrik, kita hendaknya membantu mencegah faktor luar agar tidak terjadi mati lampu.

Kunci Jawaban Halaman 48 dan 49

Ayo Berdiskusi

Mainkan teks drama sederhana berikut di depan kelas.

Lani adalah siswa kelas 5 SD Nusantara. Ia dikenal sebagai anak yang pintar dan rajin membaca. Ia juga rajin sekolah dan selalu menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu. Nilai-nilai ulangannya selalu berada di atas rata-rata nilai teman-teman di kelas. Selain itu, ia juga sangat ramah, ceria, dan suka membantu teman-teman yang mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas sekolah.

Hingga pada suatu hari, Lani sedang memakan bekal sekolahnya di kantin sekolah, Beni datang mendekatinya.

Beni: Lani, kuemu tampak enak, sini aku mau kuemu.
Lani: Ini setengah saja ya, karena aku lapar, tadi pagi aku bangun kesiangan jadi tidak sempat sarapan.
Beni: Sini bagi… pokoknya kau harus berikan kuemu! Lihat tuh baju seragammu sangat kumal, sepatumu juga sobek. Berikan kuemu!!

Lani tertegun mendengar perkataan Beni. Ia baru menyadari, bahwa dirinya memang hanya seorang anak miskin penjaja kue keliling. Ayahnya pekerja serabutan yang tidak menentu penghasilannya. Lani memandangi sepatunya yang tampak mulai menganga, juga seragam sekolahnya yang tidak lagi terlihat warna aslinya.

Sejak hari itu, Lani kemudian menjadi anak yang pemurung, ia tampak selalu sedih dan tidak lagi bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Diskusikan pertanyaan berikut bersama teman dalam satu kelompok kecil.

1. Bagaimana karakter tokoh Lani dan Beni?
Jawaban:
Karakter Lani yaitu ramah, ceria, dan suka membantu teman. Karakter Beni yaitu suka meremehkan orang lain.

2. Bagaimana sikap Beni kepada Lani? Apa yang seharusnya Beni lakukan? Jelaskan dan berikan alasan!
Jawaban:
Beni begitu merendahkan Lani. Beni seharusnya menghargai kekurangan Lani atau bahkan membantunya dengan membelikan Lani sepatu dan seragam baru. Seharusnya Beni paham bahwa Lani anak yang baik hati dan suka membantu teman.

3. Bagaimana sikap Lani setelah Beni menghinanya? Apa yang sebaiknya Lani lakukan? Jelaskan dan berikan alasan!
Jawaban:
Lani menjadi anak pemurung yang selalu bersedih dan tidak semangat bersekolah lagi. Lani seharusnya tidak memperdulikan sikap Beni kepadanya karena sesungguhnya Tuhan tidak hanya memberikan manusia kekurangan, tetapi kelebihan yang tidak semua orang memilikinya.

Tuliskan jawabanmu berdasarkan hasil diskusi kelompok. Kalian bisa saling berbagi jawaban dengan teman dari kelompok lain.

Diskusikan hasil akhir bersama guru di kelas.
Jawaban:
– Lani memiliki karakter yang baik. Ia adalah anak yang pintar, selain itu ia juga ceria. berbeda dengan Beni. Beni adalah anak yang tidak sungkanan. Ia tidak kasihan melihat Lani, Beni juga mengejeknya tanpa berpikir panjang. Beni meminta kue Lani secara paksa yang seharusnya tidak boleh karena mengganggu hak milik orang lain. Jika kita meminta sesuatu dan tidak diperbolehkan oleh pemilik, maka kita tidak bisa memaksa.
– Sikap Beni pada Lani sangat kasar. Beni seharusnya tidak menejek Lani karena dapat melukai perasaannya.
– Sejak Beni mengejek Lani, Lani menjadi anak yang pemurung tidak seperti sebelumnya. Sebaiknya Lani tidak mendengarkan perkataan Beni itu. Ia seharusnya terap percaya diri karena setiap individu pasti berbeda dengan individu lain. Apalagi itu adalah kritik yang tidak membangun perkembangan orang. Seharusnya Lani hanya mendengarkan perkataan baik saja.

Kita diciptakan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan dengan bakat serta potensi yang berbeda-beda. Perbedaan kemampuan dan perbedaan ekonomi tersebut hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan. Perbedaan tersebut juga tidak perlu mempengaruhi rasa percaya diri. Terus berusaha, kenali potensi diri, kembangkan bakat yang dimiliki untuk menutupi kekurangan diri, serta selalu tampil percaya diri. Hidup saling menghargai dan saling membantu tentunya akan menjadi modal untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara kita.

Ayo Renungkan

Bagaimana sikap dirimu selama ini?
– Sudahkah kamu mengenali kelebihan dan kekurangan diri? Apa yang akan kamu lakukan?
– Sudahkah kamu mengenali bakat yang kamu miliki? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengembangkannya?
– Sudahkah kamu memiliki rasa percaya diri dengan segala kekuranganmu?
– Sudahkah kamu menghargai diri sendiri dan menghargai teman dengan segala kekurangannya?
Tuliskan hasil perenungan dirimu, dan diskusikan bersama orang tua di rumah.

Kerja Sama dengan Orang Tua

Diskusikan hasil refleksi dirimu bersama orang tua. Minta masukan dari mereka untuk membuat dirimu memiliki sikap dan kepercayaan diri yang lebih baik lagi.

*)Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua dan guru untuk memandu proses belajar anak.

Sumber:
– Buku Siswa SD/MI Kelas VI Tema 4 Globalisasi, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
– Buku Guru SD/MI Kelas VI Tema 4 Globalisasi, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(Semangatnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.