Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 194 dan 195, Subtema 4: Aku Cinta Membaca, Sahabat Tak Terpisahkan

oleh -
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 194 dan 195, Subtema 4: Aku Cinta Membaca, Sahabat Tak Terpisahkan
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 194 dan 195, Subtema 4: Aku Cinta Membaca, Sahabat Tak Terpisahkan

SEMANGATNEWS.COM – Kunci jawaban Tema 5 Kelas 6 SD/MI di bawah ini diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam mengoreksi jawaban siswa.

Tema 5 berjudul Wirausaha. Subtema 4 berjudul Aku Cinta Membaca. Pembelajaran 3 dimulai dari halaman 194 dan 195.

Pada pembelajaran 3 ini, materi yang dibahas antara lain ‘Sahabat Tak Terpisahkan’.

Materi merujuk pada Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2018.

Berikut penjabaran kunci jawaban Tema 5, Subtema 4, pembelajaran 3 untuk adik-adik Kelas 6 SD/MI.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 Halaman 72 73 74, Subtema 2: Pekerjaan di Sekitarku, Pembelajaran 3

Aku Cinta Membaca

Kunci Jawaban Halaman 194 dan 195

Sahabat Tak Terpisahkan

Hanni dan Duwi telah berteman lama sekali. Sejak belum bersekolah, mereka sering menghabiskan waktu di sore hari untuk bermain bersama. Semua tahu bahwa Hanni dan Duwi tak terpisahkan. Persahabatan mereka tetap terjalin erat sampai kini mereka duduk di kelas 6, di sekolah yang sama.

Dulu, banyak teman yang meragukan bahwa persahabatan Hanni dan Duwi akan bertahan lama, karena latar belakang keluarga mereka yang jauh berbeda. Hanni adalah anak seorang pengrajin batik yang sukses. Walaupun usaha orang tua Hanni di mulai dengan membatik sendiri, kemudian memiliki beberapa pegawai, sekarang usaha orang tua Hanni sudah berkembang sangat pesat. Mereka sudah memiliki beberapa cabang toko batik di kota untuk memasarkan batik karya mereka. Pegawainya juga semakin banyak. Sementara Duwi, adalah anak seorang penjual kue yang sederhana. Ketika kecil dulu, tiap sore Duwi ikut ibunya menjajakan kue kepada para pekerja di pendopo batik milik orang tua Hanni. Di sanalah Hanni berkenalan dengan Duwi. Waktu kecil dulu, mereka sangat menikmati saat-saat itu. Mereka membiarkan orang tua mereka sibuk dengan urusan pekerjaan, sementara mereka asyik saja bermain menghabiskan sore. Namanya anak-anak, perbedaan latar belakang pun tak dirisaukan. Permainan mereka tetap saja asyik. Petak umpet, petak jongkok, rumah-rumahan, atau masak-masakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.