Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 216, Jejak Pemuda Pembangun Desa

oleh -
Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 216, Jejak Pemuda Pembangun Desa
Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 216, Jejak Pemuda Pembangun Desa

SEMANGATNEWS.COM – Pada artikel ini tersaji lengkap kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 216, materi Aku Cinta Membaca yang berjudul Jejak Pemuda Pembangun Desa.

Bacaan Jejak Pemuda Pembangun Desa yang mulai dari halaman 214 sampai 216, merupakan materi Tema 9 Menjelajah Angkasa Luar, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2018.

Kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 di bawah ini diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam mengoreksi jawaban siswa.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 212 213, Riri Tidak Iri Lagi

Baca juga:Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 9 Halaman 219 220, Senyum Sang Juara

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 212 213, Riri Tidak Iri Lagi

Ayo Membaca

Jejak Pemuda Pembangun Desa
Oleh Herdita Dwi Rahmadhiany

Fatih sedang menyapu halaman rumahnya yang ada di Desa Hargotirto, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Saat itulah ia melihat seorang pemuda muncul membawa tas ransel besar dari ujung jalan.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 172 174 175 178 179 182 183 Pembelajaran 4 Subtema 3

“Wah, mas Iwan sudah pulang!” sorak Fatih. Ia berlari menghampiri pemuda itu. Mas Iwan adalah tetangga Fatih. Ia sejak lama dikenal warga sebagai pemuda yang baik dan pintar. Mas Iwan tidak pelit berbagi ilmu. Sebelum kuliah di kota, ia sering mengajari Fatih dan kawan-kawan pelajaran sekolah.

“Halo, Fatih!” sapa mas Iwan ramah

“Mas Iwan apa kabar? Kuliahnya bagaimana, mas?” balas Fatih bertanya.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 224 225, Sepucuk Surat Menjelang Ujian

“Kabar saya baik. Sekarang saya sudah lulus. Jadi, saya kembali ke sini.” jawab mas Iwan

“Selamat, ya mas!” ucap Fatih. “Mas tidak lanjut kerja di kota?”

“Mas Iwan tersenyum.” Saya mau menetap dan bekerja di sini.” jelas mas Iwan sambil melihat jam tangan. “Maaf, ya Fatih! saya sedang buru-buru. Saya hendak pulang dulu bertemu Ayah dan Ibu,” pamit mas Iwan, Fatih Mengangguk.
HALAMAN SELANJUTNYA>>>