Jakarta, Semangatnews.com – Perjalanan pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, harus terhenti di babak perempat final Malaysia Open 2026. Wakil Merah Putih itu tersingkir setelah menghadapi perlawanan sengit dari pasangan tuan rumah yang tampil solid di hadapan publik sendiri.
Sejak gim pertama, pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan. Sabar dan Reza sempat menguasai permainan serta unggul pada awal laga, menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi lawan unggulan.
Memasuki pertengahan gim pertama, pasangan Indonesia masih mampu menjaga keunggulan. Namun pada momen krusial, konsistensi permainan mulai goyah dan dimanfaatkan lawan untuk mengejar ketertinggalan.
Situasi berubah saat pasangan Malaysia berhasil menyamakan kedudukan dan berbalik unggul. Serangkaian kesalahan kecil di poin-poin penting membuat Sabar dan Reza kehilangan momentum, hingga gim pertama akhirnya lepas dari genggaman.
Kekalahan di gim pembuka berdampak pada mental bertanding di gim kedua. Lawan tampil semakin agresif sejak awal dan langsung menekan, sementara Sabar dan Reza kesulitan mengembangkan pola permainan mereka.
Dominasi pasangan tuan rumah terlihat jelas di gim kedua. Jarak poin yang cukup jauh membuat pasangan Indonesia harus bekerja ekstra keras, namun tekanan terus datang hingga laga berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Usai pertandingan, Reza mengakui bahwa kehilangan fokus di akhir gim pertama menjadi titik balik. Keunggulan yang tidak mampu dijaga membuat lawan tampil lebih percaya diri pada sisa pertandingan.
Sabar juga menilai atmosfer pertandingan ikut memberi pengaruh. Dukungan penuh suporter tuan rumah di arena menambah tekanan, terutama saat pertandingan memasuki fase-fase penentuan.
Meski tersingkir, performa Sabar dan Reza hingga perempat final tetap mendapat apresiasi. Mereka sebelumnya mampu menyingkirkan lawan-lawan kuat dan menjaga asa Indonesia di sektor ganda putra.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi keduanya, terutama dalam menjaga konsistensi dan ketenangan saat menghadapi tekanan di laga besar.
Turnamen Malaysia Open 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian kompetisi penting awal musim. Pengalaman menghadapi pasangan papan atas di level Super 1000 dinilai sangat berharga bagi perkembangan Sabar dan Reza.
Ke depan, pasangan ini diharapkan mampu bangkit dan tampil lebih solid pada turnamen berikutnya. Kekalahan di Kuala Lumpur menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat mental dan strategi menghadapi persaingan bulu tangkis dunia yang semakin ketat.(*)
