Makmur Hendrik Marabo dan Ibo Lihat Kondisi “RUMAH PDRI” di Bukittinggi

oleh -

Makmur Hendrik Marabo dan Ibo Lihat Kondisi “RUMAH PDRI” di Bukittinggi

SEMANGATNEWS.COM- Makmur Hendrik, siapa yang tidak kenal dengan pribadinya. Wartawan dan penulis puluhan novel salah satu yang terkenal adalah Giring-giring Perak masih memperlihatkan kepedulian yang tinggi terhadap suatu persoalan dalam masyarakat.
Padahal usia beliau sudah 73 tahun. Seumur mestinya banyak santai dan istirahat.

Baca Juga:  Edward Serahkan 100 Helai Pakaian, Sukseskan Yatim Balaki

Tidak!, beliau justeru muncul semangat eksponen 66, tatkala mendengar Gedung PDRI di Bukittinggi tak terawat. Semak-semak sudah pada tumbuh diatas atapnya.
Lewat FB, Makmur Hendrik melampiaskan emosinya dan juga sedih akan hal gedung tersebut.

TAHUN 1948, Makmur Hendrik memulai; Wapres Hatta, sebelum ditangkap Belanda bersama Bung Karno di Yogyakarta (kemudian dibuang ke Bangka), atas instinknya yg tajam sempat berkirim telegram kepada Syafruddin Prawira Negara.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Ajak Pengurus Baru Dekranasda Berkarya Majukan Produk Kerajinan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Pengrajin Sumbar

Syafruddin adalah Menteri Kemakmuran NKRI, yang saat itu sedang menjalankan tugas negara di Bukittinggi.

Dalam telegramnya, Hatta memerintahkan agar Syafruddin membentuk Pemerintah Darurat Indonesia (PDRI). Tersebab Presiden dan Wapres sudah ditangkap Belanda.

Tujuan pembentukan PDRI itu adalah: Agar dunia internasional tahu bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia “masih ada”!, tegas Makmur.

Baca Juga:  Gelar Paripurna, Pemko Padang dan DPRD Bahas Penutupan Masa Sidang I dan Pembukaan Masa Sidang II

Syafruddin, dan beberapa staf tinggi kementerian, yg kala itu ada di Bukittinggi, mengundang “yang patut2” ke rumah tempatnya menginap, untuk MENDIRIKAN Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), sebagaimana dimaksud telegram Bung Hatta.