Mampukah Bobibos Menjaga Pasokan BBM?

by -

Mampukah Bobibos Menjaga Pasokan BBM?

Oleh: Defiyan Cori,Ekonom Konstitusi

SEMANGATNEWS.COM. Banyak pihak gembira tak terkira (_euphoria_) oleh kehadiran Bobibos. Pasalnya, Bobibos dianggap sebuah capaian luar biasa karya anak bangsa dalam menyediakan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif. Sebab, selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di industri Minyak dan Gas bumi (Migas) PT. Pertamina dituduh memonopoli pasar BBM. Tuduhan, yang terkadang tidak memahami posisi BUMN Pertamina sebagai pemegang mandat konstitusi.

Tentu saja, sebagai perusahaan yang memegang prinsip persaingan pasar Pertamina sangat terbuka dengan adanya pesaing. Hal itu telah ditegaskan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Simon Aloysius Mantiri merasa tidak tersaingi dengan kehadiran Bobibos dengan BBM jenis solar baru yang diklaim ramah lingkungan. Menurutnya, justru penemuan BBM oleh Bobibos itu dipandang sebagai inovasi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Tapi, tentu ada hal penting yang perlu dikonfirmasi terkait BBM yang dihasilkan oleh Bobibos tersebut. Konfirmasi ini harus dilakukan bagi kepentingan para konsumen sebagai penggunanya. Yang pertama dan utama tentu saja soal uji laboratorium terkait produk BBM Bobibos secara formal oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Sudahkah ketentuan ini diikuti dengan baik oleh pihak Bobibos?

Yang kedua, apakah BBM Bobibos ini sudah memiliki sertifikasi produknya dari Lembaga Minyak dan Gas bumi (LEMIGAS), yang fungsi utamanya menguji standar mutu produk migas. Termasuk menentukan parameter seperti warna dan oktan untuk bahan bakar minyak yang diedarkan di pasar. Tanpa sertifikasi ini, maka jaminan standar mutu produk BBM Bobibos patut diragukan dan berpotensi merugikan konsumen di kemudian hari.

Yang ketiga, soal harga yang diklaim relatif murah sudahkah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KESDM. Benarkah sumber bahan baku yang digunakan memenuhi unsur-unsur BBM yang ramah lingkungan? Dan, bagaimanakah soal jaringan pemasaran produk BBM sesuai standar modern (tidak menjual dengan botol) serta ketersediaan (kontinuitas) produk BBM-nya dalam jangka panjang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.