Jakarta, Semangatnews.com – Pegiat lingkungan Manohara Odelia mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat. Ia menilai kerusakan alam yang terus terjadi memberikan dampak paling besar kepada komunitas yang hidup berdampingan dengan hutan dan sumber daya alam.
Menurut Manohara, masyarakat adat memiliki pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dalam menjaga keseimbangan alam. Karena itu, keberadaan mereka memiliki peran strategis dalam mempertahankan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa ketika kawasan hutan rusak atau sumber air tercemar, masyarakat adat menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan tradisi dan budaya mereka.
Manohara menilai dukungan masyarakat luas sangat diperlukan agar berbagai program konservasi dapat berjalan lebih efektif. Ia percaya perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Dalam pandangannya, pelestarian lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun organisasi lingkungan. Dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan alam.
Berbagai organisasi lingkungan juga menilai bahwa masyarakat adat merupakan mitra penting dalam upaya konservasi karena pengalaman mereka dalam mengelola wilayah secara berkelanjutan telah terbukti selama bertahun-tahun.
Di Indonesia, isu perlindungan masyarakat adat terus menjadi perhatian dalam pembahasan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Sejumlah kalangan mendorong adanya penguatan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat.
Pengamat menilai pelibatan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan akan menghasilkan kebijakan yang lebih adil sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Selain menjaga kelestarian hutan, masyarakat adat dinilai memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan keanekaragaman hayati, sumber air, serta keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan banyak pihak.
Manohara berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga menyangkut masa depan jutaan orang yang menggantungkan hidup pada ekosistem tersebut.
Melalui ajakan itu, ia ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat adat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.(*)

