Melihat Sosok Rizky Rendyana, Menjadi Kades Termuda di Kabupaten Blitar

by -

Melihat Sosok Rizky Rendyana, Menjadi Kades Termuda di Kabupaten Blitar

Semangatnews, Blitar – Rizky Rendyana Firmansyah sudah resmi menjadi kepala Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Saat dilantik oleh Bupati Blitar pada Jumat (13/11/2019) kemarin, rupanya dirinya merupakan kades termuda di Kabupaten Blitar saat ini.

Pemuda yang berperawakan tinggi kurus ini baru menginjak usia 26 tahun. Dirinya juga baru saja lulus dari suatu perguruan tinggi di Kota Malang dengan mendapat gelar sarjana sains terapan di bidang konstruksi.

Dirinya termotivasi ingin mengembangkan desanya yang merupakan daerah pegunungan yang subur. Dengan cara meningkatkan komunikasi antar warga, transparansi anggaran serta palayanan baik pada masyarakat.

Berbekal visi ini dirinya bisa menyaingi calon petahana atau incumbent. Saat pemilihan dia berhasil mengantongi 60 persen suara dari 3301 total pemilih.

“Karena desa kami butuh perubahan Alhamdulillah kemarin mendapat amanah. Pertama-tama besok Senin saat pertama masuk kantor saya langsung menyusun RPJMDes bersama masyarakat karena saya mengangkat transparansi dan inovasi melibatkan milenial,” ungkap Rizky saat ditemui Sabtu (13/11/2019).

Dalam mengembangkan desa, dirinya akan melibatkan ide kreatif dari para pemuda milenial di desa. Melihat Desa Ngadirenggo yang dia pimpin ini mempunyai potensi yang bagus dari sisi alamnya yang melimpah. Apabila dikelola dengan baik akan mendulang Pendapatan Asli Desa.

“Perkebunan sirah kencong telah menjadi segitiga emas program wisata Kabupaten Blitar akan kami tingkatkan lagi. Ini perlu ide-ide kreatif supaya bisa menarik wisatawan dari luar daerah mengunjungi desa kita,” ujar pria yang sebelumnya menjadi ketua karang taruna desa.

Pria yang suka berwiraswasta ini nantinya juga memprogram suatu kegiatan pemberdayaan pada masyarakat. Supaya nantinya bisa memiliki produk yang bisa menjadi tanda khas dari Desa Ngadirenggo.

“Kita juga akan memberdayakan pokmas-pokmas untuk memproduksi produk makanan minuman khas desa kami. Dengan demikian bisa mewujudkan desa yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (don)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.