Jakarta, Semangatnews.com – Pagi ini di halaman utama Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) turut digelar apel besar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, di mana hadir secara langsung Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama sebagai pembina apel. Tema tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” dipilih untuk menggambarkan peran santri dalam membangun bangsa dan peradaban global.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa santri dan pesantren telah lama menjadi pilar penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dari sisi karakter. Ia menyampaikan bahwa selama sepuluh tahun sejak penetapan Hari Santri, peran santri semakin menguat dalam berbagai aspek kehidupan.
Momentum ini juga dijadikan sebagai refleksi atas sejumlah tantangan yang masih dihadapi lembaga pesantren, termasuk terkait kesejahteraan, kesehatan dan akses pendidikan. Menag menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan langkah nyata seperti layanan makan bergizi dan cek kesehatan gratis bagi santri sebagai investasi masa depan bangsa.
Lebih lanjut, beliau juga memberikan penghormatan khusus atas wafatnya 67 santri di Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya penguatan manajemen keselamatan di lingkungan pesantren. Negara hadir untuk mendampingi proses pemulihan dan memastikan tidak terjadi hal serupa di masa datang.
Menag menyoroti pula warisan historis pesantren melalui fatwa KH Hasyim Asy’ari (Resolusi Jihad 22 Oktober 1945) yang meneguhkan posisi santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Proses tersebut menurutnya menjadi akar lahirnya tradisi keilmuan dan kebangsaan yang tak terpisahkan dari pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak santri masa kini untuk tidak hanya menguasai kitab atau tradisi saja, tetapi juga teknologi, sains dan bahasa dunia. Dia menegaskan bahwa santri harus menjadi pelaku sejarah, bukan hanya penonton, sehingga mampu membawa nilai rahmatan lil ‘alamin ke dalam ruang publik maupun ranah internasional.
Apel di Kemenag juga dihadiri oleh unsur pimpinan, pegawai dan santri dari berbagai unit di lingkungan kementerian. Suasana khidmat terlihat saat bendera merah-putih dikibarkan dan seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan hingga mars santri dengan penuh semangat.
Sebelumnya, sejumlah pesantren dan lembaga keagamaan bersiap sejak pagi dengan mengenakan sarung, peci, dan atribut santri lainnya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi pesantren dan nilai keislaman yang melekat pada Hari Santri. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme di kalangan santri dan civitas pesantren terhadap peringatan hari tersebut.
Sebagai penutup, Menag berharap agar momentum Hari Santri 2025 benar-benar menjadi pelengkap perjalanan bangsa dalam mengawal kemerdekaan menuju peradaban dunia yang adil, makmur dan bermartabat. “Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya,” ujar beliau di hadapan ribuan peserta.
Peringatan ini diharapkan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan santri dan daya saing pesantren di kancah nasional maupun global. Dengan demikian, santri tidak hanya tampil di ruang lokal tetapi juga menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang maju dan beradab.(*)
