Menakar Peluang Riza Falepi Menuju Pilgub Sumbar

oleh -

Oleh : Arie Alfikri, Wartawan Luak Limopuluah

Semangatnews, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar bakal dihelat September tahun ini. Para kandidat mulai gencar melakukan sosialisasi. Baliho-baliho bertebaran seantero Sumbar. Berbagai silaturahmi dilakukan kandidat demi memperkenalkan diri dan meraup simpati.

Dari sekian banyak nama kandidat yang muncul, salah satunya adalah Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku. Wali Kota Payakumbuh dua periode itu mengaku memang diperintahkan partainya, PKS, untuk menyosialisasikan diri. Maka tak heran, balihonya bertebaran, silaturahmi ke berbagai kabupaten/kota di Sumbar mulai gencar dilakukan.

Sebagai jurnalis yang memang berasal dari Payakumbuh, saya mencoba menganalisis peluang Riza menuju Pilgub Sumbar mendatang, tanpa terjebak kepada sentimen primordial. Melainkan dianalisis secara objektif baik dari segi partai, elektabilitas, dan satu lagi, mau tak mau, menjadi fakta dalam proses demokrasi hari ini, “isi tas.”

Baca Juga:  Aktifitas dan Mobilitas Penumpang di Bandara Internasional Hasanuddin Cukup Tinggi

Dari segi partai, sebagai kader PKS Riza memiliki keuntungan tersendiri. PKS di Sumbar merupakan partai kedua terbesar setelah Partai Gerindra pada pileg 2019 lalu. Nama PKS disinyalir semakin naik, setelah Gerindra malah memutuskan bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Apalagi residu Pilpres 2019 dinilai belum sepenuhnya hilang khususnya bagi publik Sumbar. Oleh karena itu, siapapun yang akan diusung PKS, diyakini bakal meraih dukungan elektoral yang signifikan pada Pilgub nanti.

Baca Juga:  Guru dan Tenaga Kesehatan Tahun Depan Tidak Bisa jadi PNS, Hanya Bisa Jadi PPPK

Segi elektabilitas memang menjadi problem tersendiri bagi Riza saat ini. Pada rilis berbagai lembaga survey, elektabilitas Riza masih berada pada papan tengah. Namun waktu masih panjang. Pilgub sekitar delapan bulan lagi. Masih banyak waktu bagi Riza untuk bersosialisasi.

Apalagi tren elektabilitas mantan anggota DPD RI itu semakin menguat. Padahal baru 3 bulan ini dia mulai gencar sosialisasi. Kesuksesan Riza memimpin Payakumbuh (capacity) dan “personal performance”nya yang gagah, menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi jaringan (networking) alumni ITB itu yang dikenal luas baik nasional maupun internasional. Terbukti, walau sebagai kader “partai oposisi,” Riza berhasil mendatangkan ratusan milyar dana pembangunan dari pemerintah pusat ke Payakumbuh. Intinya, tokoh, takah, dan tageh, kata orang Minang.

Baca Juga:  Kerja Kolaboratif, Reformatif dan Transformatif Wujudkan Akselerasi Transformasi Digital

Sedangkan dari segi “isi tas” atau finansial untuk operasional Pilgub, Riza mengatakan kepada media bahwa dia siap jika diputuskan PKS. Riza memiliki banyak kolega yang percaya sama dia dan membantunya. Bahkan dilansir Kompas.com, Riza mengaku menyiapkan dana sebesar Rp 30 Milyar menuju Pilgub Sumbar.