Mengapa Italia Kini Miliki Lebih dari 23.500 Centenarian? Ini Fakta di Balik Longevity

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah data terbaru dari badan statistik Italia menunjukkan bahwa per 1 Januari 2025, tercatat sekitar 23.548 warga Italia yang berusia 100 tahun ke atas, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 21.211.

Peningkatan jumlah centenarian (orang usia seratus tahun atau lebih) ini menjadi sorotan tidak hanya di Italia, tetapi juga di seluruh Eropa, di mana kecenderungan di tiap negara menunjukkan peningkatan angka usia lanjut yang cukup cepat.

Di Italia, mayoritas dari mereka yang mencapai usia ini adalah perempuan — menurut data sekitar 82,6 persen dari mereka yang baru masuk kelompok 100 tahun ke atas adalah wanita.

Fenomena ini tak lepas dari kombinasi faktor: gaya hidup khas Mediterania yang meliputi diet kaya sayur dan ikan, jaringan sosial yang erat antara keluarga maupun komunitas, serta sistem kesehatan publik yang relatif baik menurut standar Eropa.

Namun di balik angka yang menggembirakan tersebut, muncul sejumlah tantangan bagi Italia—mulai dari beban pensiun yang kian meningkat, pelayanan kesehatan untuk usia lanjut yang makin besar kebutuhannya, hingga turunnya angka kelahiran yang memaksa struktur demografi negara menua dengan cepat.

Beberapa wilayah di Italia menunjukkan konsentrasi centenarian yang sangat tinggi. Sebagai contoh, provinsi Molise, lembah Aosta, dan Liguria tercatat memiliki angka relatif tertinggi per jumlah penduduknya. Bahkan pulau Sardinia, yang dikenal sebagai salah satu zona “blue zone” dunia karena longevitas warganya, masuk dalam daftar wilayah dengan konsentrasi tua yang tinggi.

Hal menarik lain adalah bahwa banyak centenarian Italia tetap menjalani aktivitas sehari-hari yang produktif. Beberapa di antaranya masih aktif — bekerja ringan, berinteraksi sosial, dan tidak sepenuhnya terseret ke dalam penurunan fungsi secara drastis.

Analisis demografi mencatat bahwa jumlah centenarian di Italia sebenarnya telah lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2009 ketika jumlahnya masih di kisaran 10.000-an. Peningkatan ini menunjukkan perubahan yang cukup dramatis dalam harapan hidup dan kondisi penuaan di negara tersebut.

Bagi pemerintah Italia, fenomena ini adalah pedang bermata dua: di satu sisi menjadi kebanggaan sosial dan budaya, namun di sisi lain menjadi tantangan struktural—baik dari sisi fiskal (pensiun, kesehatan), sosial, hingga ekonomi karena populasi tua yang semakin besar membutuhkan adaptasi sistem secara menyeluruh.

Dari perspektif global, kasus Italia menjadi pelajaran bahwa ketika usia lanjut makin banyak dan masyarakat makin sehat, tantangan bukan hanya untuk bertahan hidup lebih lama, tetapi untuk memastikan kualitas hidup, produktivitas, dan keterlibatan sosial masih terjaga. Bagi Indonesia dan negara-negara lain yang akan mengalami transisi demografi, fenomena ini punya relevansi penting.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.