Mengunjungi Pameran dan Memahami Karya Seni Rupa yang Tampil

by -
Zirwen Hazry salah seorang seniman tengah menjelaskan sejumlah karya yang dipajang kepada punjung pada suatu iven pameran di galeri Taman Budaya Sumbar
Zirwen Hazry, seniman tengah menjelaskan sejumlah karya yang dipajang kepada punjung pada suatu iven pameran di galeri Taman Budaya Sumbar Zirwen Hazry, seniman tengah menjelaskan sejumlah karya yang dipajang kepada punjung pada suatu iven pameran di galeri Taman Budaya Sumbar

Catatan : Muharyadi

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Tak semua pengunjung suatu iven pameran seni – seni rupa – baik di galeri, museum atau di tempat tempat tertentu memiliki apresiasi yang cukup untuk mengamati dan menyaksikan karya karya yang dipajang dalam berbagai kesempatan pameran.

Baca Juga : Trend “Mematung dan Melukis” Bersama Melalui Eksplorasi Estetika Visual Kini Menjadi Fenomena Baru Seni Rupa Sumatera Barat

Meski di setiap pameran biasanya karya sudah dilengkapi data yang memadai meliputi ; nama seniman, judul karya, ukuran karya, bahan yang dipakai/dimanfaarkan, tahun pembuatan bahkan kadang dilengkapi deskripsi karya dan dibantu pula dengan katalogus pameran. Ternyata semua itu tidak gampang untuk dicerna, ditelaah dan diapresiasi bagi pengunjung pameran yang hanya menikmati dan mengamati karya sambil lewat didepan karya tanpa memahami unsur fisik dan psikologi karya.

Penjeasan Karya dalam suatu kesempatan pameran oleh kurator
Penjeasan Karya dalam suatu kesempatan pameran oleh kurator

Padahal dengan mengunjungi pameran dapat menambah atau memperkaya pengalaman seseorang ketika menyaksikan pameran, tak terkecuali bagi pengunjung yang belum memiliki pemahaman tentang karya seni rupa sekalipun

Karena itu, jika kita memiliki keinginan kuat untuk mengeksplorasi karya seni rupa melalui pameran sebagai langkah awal dapat melakukan dengan mengamati unsur fisik dan unsur psilologi karya. Unsur fisik berupa garis, warna, bentuk, tekstur dan unsur lainnya yang menunjang dan unsur psikologis berkaitan seni visual dalam wujud pembentukannya membutuhkan peranan dari jiwa yang berhubungan dengan hati yang memiliki unsur unsur psikologi sehingga mampu menjadikan individu yang menciptakan seimbang dan berpadu secara menyeluruh dengan seni yang dibuatnya.

Lukisan Nashar “Larut Malam” , 137 cm x 88 cm, 1977
Lukisan Nashar “Larut Malam” , 137 cm x 88 cm, 1977

Ada pengunjung pameran yang menatap karya dengan serius bahkan berulangkali, hingga akhirnya terpesona terpesona akan keindahan visual yang diciptakan seniman. Begitu juga dengan dengan kecendrungan karya karya abstrak yang selama ini dianggap sulit untuk di mengerti pengunjung pameran, karena bentuk yang ditampilkan sulit diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Namun bukan berarti tidak dapat dinikmati dan di apresiasi sama sekali sepanjang, pengunjung berdiskusi dan berdialog dengan pencipta atau senimannya, tentang karya seni rupa dipajang.

Yang banyak terjadi di ruang pameran, banyak pengunjung pameran enggan bertanya kepada seniman yang berkarya tentang karya yang dilihat dan diamatinya hingga penikmat menjadi penasaran. Misalnya apa sesungguhnya yang ingin disampaikan seniman dalam karyanya atau mengapa warnam garis, bentuk ini dipilih” dan dari unsur psikologis apa yang melatarbelakangi hingga karya tersebut lahir kepermukaan.

M. Andik Gus Black, The Scene at Traditional Market,106 x 60 cm, 2025
M. Andik Gus Black, The Scene at Traditional Market,106 x 60 cm, 2025

Karena karya seni memiliki arti tersendiri sebagai latar belakang. Oleh karena itu dianjurkan pengunjung pameran menemukan cerita di setiap karya seni yang dilihat dan diamati. Misalnya pesan apa yang ingin disampaikan seniman guna mencari cerita di balik karya seni, agar kita merasa lebih terhubung dengan seni yang ada.

Cara lain ketika kika pergi ke ruang pameran bersama teman atau orang yang telah memilki apresiasi terhadap karya, gunakan kesempatan berdiskusi atau berdialog langsung dengan seniman penciptanya untuk saling bertukar pikiran, bertanya terhadap karya seni. Ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk memahami perspektif yang berbeda dan memperkaya pengalaman mengunjungi suatu iven pameran.

Lukisan Nasjah Jamin “Waluh Hijau”, 90x115 cm, 1992
Lukisan Nasjah Jamin “Waluh Hijau”, 90×115 cm, 1992

Prinsipnya, siapapun boleh mengunjungi pameran seni. Tidak perlu menjadi ahli seni untuk bisa menikmati pameran seni. Yang terpenting adalah membuka diri, merasakan keindahan visual, dan mencari makna di setiap karya seni melalui belajar, berdiskusi dan bertanya terhadap karya karya seni rupa yang ada.

Setiap ilmu seniman biasanya memiliki ciri khas tersendiri pada setiap pada karya yang ditampilkan pada suatu iven pameran. Terdapat perbedaan antara ilmu seniman yang satu dengan seniman lainnya. Perbedaan disebabkan ilmu atau kepribadian terutama dalam proses kreatifnya masing masing. Dan itu pulalah menariknya memahami masing masing masing karya yang dipajang pada suatu iven pameran yang selama ini digelar di berbagai tempat dan lokasi. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.