Menko PMK Ajak Maknai Harganas Menjadi Wadah Pentingnya Keluarga

0

SEMANGAT BANDAR LAMPUNG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani berpesan, peringatan Hari Keluarga Berencana Nasional XXIV 2017 ini jangan hanya menjadi seremoni belaka. Jadikan Harganas sebagai wadah pentingnya keluarga bagi semua masyarakat Indonesia.

“Peringatan Harganas ini menjadi wadah arti pentingnya keluarga bagi kita semua. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan menuju kesejahteraan rakyat ini melalui pempus dan daerah yang ada,” terangnya, saat acara puncak Harganas XXIV 2017, di Provinsi Bandar Lampung, Sabtu (15/7/2017) pagi.

Puan mengatakan, saat ini pembangunan bukan hanya dilakukan di wilayah infrastruktur saja. Pembangunan SDM juga harus sejalan. Bicara SDM harapan dia SDM tidak lagi berkompetisi di Indonesia melainkan dunia internasional.

Lanjut Puan, salah satu pilar pembangunan itu adalah SDM dan dimulai dari keluarga. Bagaimana ibu bapak di dalam keluarga bisa mendidik anak-anaknya. “Orang tua mesti bisa mencontohkan,” jelasnya.

Selaian itu bagaimana menjaga keluarga dengan lingkungan yang positif. Keluarga juga harus dapat mempengaruhi lingkungan dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Jika keluarga tangguh secara sosial ekonomi dan budaya diyakini dia bisa hidup mandiri sejahtera dan bahagia

Pada kesempatan itu, ia ingin membangkitkan semangat hidup gaya yang sehat. “Sering kali kita katakan sehat harus makan makanan seimbang. Seimbang itu seperti apa?,” katanya.

Dalam pertemuan antar menteri bebetapa waktunlu akhirnya mendapat kesimpulan untuk kembali lagi pada jargon 4 sehat 5 sempurna. “Saya ingin menyampaikan dan minta untuk gotong rotong mulai dari pengurus BKKBN, PKK, pemerintahan setempat untuk mengembalikan lagi prilaku hidup 4 sehat 5 sempurna mulai dari jajaran kesehatan sampai ke sekolah,” terangnya.

Beri contoh gambar makanan sehat gizi seimbang yang dulu banyak di sekolah-sekolah. “Sekarang kan pemerintah melalui pengurus PKK memberikan tambahan makanan sehat. Kemenkes juga menambah biskuit untuk menambah berat badan,” katanya lagi.

Tambah Puan, program KB yang berjalan saat ini implementasinya sudah sejauh mana. Program Kampung KB yang berjalan seperti apa? Apakah dengan adanya Kampung KB angka kelahiran menurun, apakah masyarakatnya sudah teredukasi dengan dua anak cukup, bagaimana kesadaran menggunakan alat kontrasepsinya. “KB itu bukan hanya membatasi kelahiran. Tapi anak-anak yang dilahirkan akan mendapatkan semua kebutuhan hidupnya dengan baik. Ini tugas BKKBN dan tugas kita semua. Di Harganas ini jangan hanya seremoni. Tapi harus ada efek dalam arah positif,” pungkasnya. (rri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.