Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Luar Negeri Iran melontarkan tudingan keras terkait gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota di negaranya. Pemerintah Iran menilai aksi tersebut tidak murni sebagai unjuk rasa domestik, melainkan telah disusupi dan dikendalikan oleh pihak asing yang memiliki agenda mengguncang stabilitas nasional.
Dalam pernyataannya, Menlu Iran menyebut pemerintah memiliki bukti berupa rekaman suara dan video yang menunjukkan adanya instruksi dari luar negeri. Rekaman tersebut diklaim berisi arahan kepada kelompok perusuh untuk melakukan tindakan kekerasan, termasuk menyerang aparat keamanan.
Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan menemukan indikasi pembagian senjata kepada sejumlah demonstran. Menurut pemerintah, temuan ini menjadi bukti bahwa kerusuhan telah bergeser dari aksi protes sipil menjadi ancaman keamanan serius.
Kerusuhan yang terjadi awalnya dipicu oleh persoalan ekonomi, mulai dari tekanan inflasi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun dalam perkembangannya, aksi tersebut berubah menjadi bentrokan yang melibatkan kekerasan dan perusakan fasilitas publik.
Pemerintah Iran menilai perubahan pola aksi tersebut bukan terjadi secara alami. Ada dugaan kuat keterlibatan jaringan terorganisasi yang sengaja mendorong eskalasi agar situasi semakin tidak terkendali.
Menlu Iran menyebut tujuan utama campur tangan asing adalah menciptakan kekacauan internal dan membuka peluang intervensi internasional. Ia menegaskan Iran tidak akan membiarkan kedaulatannya diganggu oleh pihak luar dengan dalih apa pun.
Sebagai respons, pemerintah memperketat langkah pengamanan di berbagai wilayah. Pembatasan akses internet dan penguatan aparat keamanan disebut sebagai langkah sementara untuk mencegah penyebaran provokasi dan koordinasi kelompok perusuh.
Langkah tersebut menuai sorotan dari komunitas internasional. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menyuarakan keprihatinan atas penanganan kerusuhan, terutama terkait pembatasan kebebasan sipil dan penggunaan kekuatan aparat.
Negara-negara Barat juga ikut angkat suara dengan menyerukan penghormatan terhadap hak demonstrasi damai. Namun Iran menilai pernyataan tersebut bersifat sepihak dan mengabaikan ancaman keamanan yang dihadapi pemerintah.
Di dalam negeri, narasi adanya campur tangan asing digunakan pemerintah untuk memperkuat legitimasi kebijakan keamanan. Otoritas menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan demi menjaga persatuan dan ketertiban nasional.
Pengamat politik menilai tudingan ini mencerminkan ketegangan lama antara Iran dan negara-negara Barat. Setiap gejolak internal kerap dikaitkan dengan persaingan geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Situasi di Iran hingga kini masih terus dipantau dengan ketat. Pemerintah menegaskan siap mengambil langkah lanjutan, baik melalui pendekatan keamanan maupun diplomasi, untuk memastikan stabilitas dan mencegah eskalasi yang lebih luas.(*)
