Menpan RB: Gaji PNS Tahun 2021 Paling Minim Naik 9 sampai 10 Juta

oleh -
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo

SEMANGATNEWS.COM – Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan skema kenaikan gaji pokok dan tunjangan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tahun 2021.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, kenaikan tunjangan ASN akan terus diusahakan.

“Kenaikan tunjangan seharusnya dilakukan pada 2020 ini, namun karena terkendala pandemi Covid-19, maka hal itu ditunda sementara waktu,” sebut Tjahyo Kumolo.

Baca Juga:  Dr. Andani; Pemda Harus Optimalkan Fungsi Satgas Nagari Untuk Tekan Penularan Covid 19

Meski demikian, kenaikan gaji PNS tersebut akan diberikan melalui tunjangan. Di mana, untuk posisi ASN yang paling bawah akan mendapatkan kenaikan tunjangan minimal Rp9 hingga Rp10 juta.

“Insyaallah tahun depan, harusnya tahun ini karena ada pandemi Covid-19, tunjungan ASN juga kita tingkatkan maksimal. Jadi pegawai paling rendah ASN itu bisa minimal Rp9 hingga Rp10 juta,” kata Tjahjo di YouTube Kemenag RI, Senin (28/12/2020).

Baca Juga:  Ahli Minta Masyarakat Niatkan Vaksinasi di Bulan Ramadhan Sebagai Ibadah

Disebutkan juga bahwa kenaikan tunjangan ASN tidak diikuti oleh kenaikan gaji pokok. Hal itu karena ada skema yang diberikan pemerintah berupa kenaikan dana pensiunan.

Kenaikan dana pensiunan sudah dihitung oleh pihak Kemenpan RB dengan PT TASPEN (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri.

Ia menjabarkan peningkatan tunjangan akan dinikmati 4,2 juta ASN, 1 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari kalangan guru, 260 tenaga kesehatan, dan sekitar 100 ribu tenaga penyuluh.

Baca Juga:  Mengunjungi Seniman Seni Rupa "Urang Awak" di Yogyakarta dan Bandung Yusman, Pematung Yang Memainkan Peranan Sebagai Penanda Perjuangan Bangsa

“Mudah-mudahan lewat rekrutmen, sistem merit, tunjangan dan sebagainya bisa tertata, terdata berapa ASN yang kita butuhkan,” ujarnya.