Jakarta, Semangatnews.com – Pakar energi di Indonesia memberikan dukungan terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di dalam negeri, menilai hal itu sebagai strategi penting bagi ketahanan energi nasional. Pernyataan ini muncul di tengah diskusi publik mengenai masa depan pasokan listrik dan transisi energi Indonesia ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Profesor energi dari Universitas Hasanuddin, Muhammad Bachtiar Nappu, mengatakan bahwa Indonesia sejatinya memiliki modal kuat untuk menjadikan nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional. Ia menekankan bahwa negara memiliki sumber daya bahan bakar nuklir seperti uranium dan thorium di berbagai daerah, sehingga potensi pengembangan energi ini bukan sesuatu yang asing bagi Indonesia.
Bachtiar juga menyebutkan bahwa teknologi Small Modular Reactor (SMR) menjadi pilihan yang realistis untuk kondisi negara kepulauan seperti Indonesia. SMR ini memiliki kapasitas lebih kecil dan lebih fleksibel dibandingkan PLTN konvensional, sehingga lebih cocok diaplikasikan di lokasi‑lokasi yang tersebar secara geografis di seluruh nusantara.
Menurut pakar lain, PLTN tidak hanya sekadar menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, tetapi juga dapat menjadi salah satu pilar dalam strategi transisi energi rendah karbon. Energi nuklir dipandang mampu memberikan listrik yang stabil dan bersih, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Peta jalan pengembangan PLTN di Indonesia sendiri sudah mulai dibahas di berbagai forum kebijakan energi nasional. Rencana tersebut tercantum dalam dokumen rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL), yang menargetkan pembangkit nuklir dengan kapasitas awal beberapa ratus megawatt pada dekade mendatang.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah juga telah menerima proposal dari banyak mitra internasional terkait teknologi nuklir potensial untuk Indonesia, termasuk dari negara‑negara seperti Kanada dan Rusia. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan global terhadap keterlibatan Indonesia dalam pengembangan energi nuklir.
Langkah ini mendapat sorotan karena menghadirkan peluang sekaligus tantangan tersendiri. Di satu sisi, energi nuklir dapat membantu menjamin pasokan listrik yang stabil di masa depan. Di sisi lain, ada kebutuhan untuk memastikan bahwa aspek keselamatan serta regulasi di Indonesia benar‑benar siap mendukung operasional sebuah PLTN.
Pakar energi menegaskan bahwa pembangunan PLTN perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas lembaga pengawas serta kesiapan infrastruktur yang memadai. Ini termasuk sistem keamanan dan kesiapan regulasi untuk menjamin operasi reaktor berjalan aman tanpa dampak signifikan bagi lingkungan maupun masyarakat.
Gagasan energi nuklir juga dinilai relevan dengan target pemerintah untuk mempercepat transisi ke energi bersih, di samping upaya peningkatan kapasitas energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi. PLTN bisa menjadi bagian dari campuran energi yang seimbang di masa depan.
Namun demikian, proyek nuklir juga membutuhkan waktu panjang sejak tahap perencanaan hingga operasional. Estimasi awal menunjukkan bahwa pembangkit pertama bisa mulai beroperasi di awal dekade berikutnya, sehingga diperlukan langkah monumental dalam perizinan dan persiapan lapangan.
Selain itu, diskusi publik mengenai PLTN kerap memunculkan perdebatan tentang keamanan serta dampaknya terhadap lingkungan. Oleh karena itu, komunikasi pemerintah dengan masyarakat menjadi aspek penting agar proyek ini diterima secara luas dan dipahami oleh publik sebagai bagian dari strategi energi nasional.
Meskipun masih dalam tahap pembahasan dan evaluasi, dukungan dari pakar energi ini memberikan sinyal bahwa rencana pembangunan PLTN di Indonesia memiliki dasar teknis dan strategis yang kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memenuhi kebutuhan listrik di masa depan dengan solusi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Komitmen pemerintah dalam mengkaji berbagai opsi teknologi PLTN serta kolaborasi dengan mitra internasional juga menunjukkan bahwa Indonesia serius mempertimbangkan nuklir sebagai bagian dari energi masa depan yang aman, handal, dan ramah lingkungan.(*)
