SEMANGAT SUMBAR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan, pengerjaan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru dimulai tahun 2018. Namun, juga direncanakan penggeseran trase. Sehingga, jalan sepanjang 265 Km itu, tidak terlalu banyak memakan lahan.
Hal ini ditegaskan Menteri PUPR RI, Basuki Hadimulyono, usai menghadiri pembukaan The International Conference on Earth Scienaces and Engineering dan Interdisiplinerity in Natural Drugs Research di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin malam, (28/8).
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Rektor Univesitas Andalas, serta narasumber dari beberapa negara tetangga dalam acara jamuan makan malam terbut.
“Perencanaan dulu terlalu panjang. Sekarang bagaimana kita geser trasenya dengan membuat terowongan. Sehingga, mempersingkat jarak tempuh juga. Trans Sumatera ini, 2018 sudah jalan, karena ini perintah Presiden,” kata Basuki didampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.
Saat ini lanjut Menteri yang juga jago bermain drum itu, tengah mencari pendanaan pembangunan tersebut. Pihaknya juga telah bertemu dengan tim teknis dari Jepang. “Minggu lalu, tim teknis dari Jepang ini juga sudah datang ke Jakarta untuk melakukan survei lokasi pembangunan tol,” terang Basuki.
Selain itu, saat ditanya soal perbaikan jalan Solok-Muaralabuh, Menteri mengaku tidak hafal betul jalan-jalan di Sumbar. Begitu juga soal jalan menuju Mandeh, Pessel. “Yang jelas, jika jalan Nasional untuk kebutuhan turis, wisata, kita pastikan akan dikerjakan,” pintas Menteri sembari berlalu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, berharap, agar pembangunan tol Padang-Pekanbaru yang direncanakan akan dimulai pada 2018 mendatang dapat terlaksana. Sehingga, selain mempermudah akses jalan, juga mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Sumbar. “Tentunya, untuk mewujudkan itu, butuh sinergitas antara Kementerian PUPR dan Dinas PUPR di Sumbar. Sebab, masih ada infrastruktur kami yang belum memadai,” ujar Nasrul.
Wagub Nasrul Abit juga menyebutkan, di Sumbar ada beberapa pembangunan yang sangat mengharapkan perhatian dari Kementerian PUPR, selain tol, juga ada soal jalan Surantih-Langgai, jalur Dua Bypass Padang, dan juga jalan Solok-Solok Selatan, yang merupakan jalur untuk dilalui Tour de Singkarak.
“Ketegasan pak Menteri tadi, sudah menjadi angin segar bagi kami. Cuman, karena beliau tidak hafal nama jalannya, makanya tadi tidak bisa jawab. Tapi, prosesnya sudah berjalan kok,” terangnya.
