Jakarta, Semangatnews.com – Banyak orang meyakini bahwa menghindari jeroan makan hewan sudah cukup mencegah kenaikan kadar asam urat tinggi. Namun kenyataannya, kondisi ini bisa tetap muncul meski Anda sudah mengurangi konsumsi jeroan. Ternyata, ada sejumlah faktor lain yang juga memainkan peran penting dalam meningkatnya risiko.
Para pakar kesehatan menjelaskan bahwa asam urat terbentuk dari pemecahan senyawa purin dalam tubuh. Bila kadar purin tinggi atau ginjal Anda tidak mampu mengeluarkan asam urat dengan baik, zat ini akan menumpuk dan akhirnya memicu keluhan seperti nyeri sendi.
Salah satu faktor yang sering terlupakan adalah konsumsi minuman manis dan beralkohol. Minuman yang mengandung fruktosa tinggi ataupun alkohol dapat mempercepat produksi asam urat dan menghambat pengeluarannya melalui ginjal.
Faktor lainnya adalah dehidrasi atau kurang minum air. Ginjal yang kekurangan cairan akan kesulitan mengeluarkan sisa metabolisme termasuk asam urat. Akibatnya, meski pola makan Anda tampak baik, kondisi hidrasi yang buruk bisa menjadi pemicu terselubung.
Kegemukan atau obesitas juga menjadi pemicu yang cukup besar. Ketika tubuh memiliki massa lemak berlebih, produksi asam urat bisa meningkat dan kerja ginjal dalam membuang zat tersebut juga dapat terhambat.
Tak hanya gaya hidup, kondisi medis tertentu bisa memperburuk risiko. Orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal, diabetes, atau hipertensi memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami asam urat. Tanpa perawatan yang tepat, faktor medis ini bisa menjadi batu sandungan besar.
Penting juga disadari bahwa makanan dengan purin tinggi tak selalu berupa jeroan saja. Daging merah, beberapa jenis kacang-kacangan, sayuran tertentu, dan makanan laut juga dapat mengandung purin yang cukup tinggi untuk memicu peningkatan asam urat.
Dalam banyak kasus, gejala asam urat muncul tiba-tiba dalam bentuk nyeri hebat di sendi, pembengkakan, kemerahan bahkan terasa hangat saat disentuh. Jika ini terjadi, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan kadar asam urat dan fungsi ginjal.
Bagi masyarakat yang merasa telah cukup berhati-hati dalam pola makan namun tetap khawatir terhadap asam urat, langkah sederhana seperti minum cukup air, menjaga berat badan, rutin berolahraga, dan menghindari konsumsi alkohol serta minuman manis bisa sangat membantu.
Kesimpulannya, menghindari jeroan memang salah satu kunci, tetapi bukan satu-satunya. Untuk mencegah asam urat secara menyeluruh, pendekatan gaya hidup sehat, kontrol medis, dan kesadaran akan faktor pemicu lain menjadi sangat penting.(*)
