Minang Kehilangan Tokoh Adat dan Budayawan Yus Dt.Perpatiah Meninggal
SEMANGATNEWS.COM. Kabar duka datang dari ranah Minangkabau. Salah satu budayawan sekaligus tokoh adat terkemuka, Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak, berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (28/3/2026) pukul 16.30 WIB.
Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di rumah inilah jenazahnya disemayamkan.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai maestro gurindam, pituah, petatah-petitih, dan nasihat ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Minangkabau, baik di ranah maupun di rantau.
Semasa hidupnya, Angku Yus dikenal sebagai tokoh yang konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta kearifan lokal Minangkabau.
Melalui karya-karyanya dalam bentuk rekaman kaset dan video, ia berhasil menyebarkan pesan adat dan filosofi kehidupan Minangkabau hingga ke berbagai pelosok, bahkan menjangkau perantauan Minang di seluruh Indonesia dan mancanegara.
Pituah dan nasihatnya dikenal mampu menyentuh hati serta memperkuat jati diri generasi muda Minangkabau. Gurindam yang disampaikannya tidak hanya menjadi pengingat akan nilai adat, tetapi juga menjadi pengobat rindu bagi masyarakat rantau terhadap kampung halaman.
Pesan-pesan yang dibawanya bertujuan memperkuat karakter orang Minangkabau di tengah dinamika kehidupan sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.
Dalam perjalanan hidupnya sebagai tokoh adat, Angku Yus juga pernah menyandang gelar Angku Yus Bandaro Bodi setelah jabatan penghulu sebagai pimpinan pucuk suku Caniago di Sungai Batang, yang kemudian diserahkan kepada kemenakannya.
Semasa hidupnya, rumah beliau di Sungai Batang kerap menjadi tempat belajar bagi masyarakat yang ingin mendalami adat Minangkabau.
Banyak ninik mamak dan generasi muda datang untuk berdiskusi, menggali ilmu adat, serta memperkuat pemahaman tentang falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia adat dan budaya Minangkabau. Doa pun mengalir agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik.
Biografi Angku Yus Dt. Parpatiah Guguak
Angku Yus yang memiliki nama asli Yusbir, lahir di Maninjau pada 7 April 1939. Ia merupakan anak dari pasangan Abdul Jalil dan Syafiyah.
Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan Ermaini yang lahir pada 1 Juni 1960. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Elivia, Ervan, dan Ellen Yunita.
Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman, Maninjau. Ia menamatkan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 1955 dan SMP pada tahun 1958.
Pendidikan SMA sempat ditempuh di SMAN 1 Maninjau, namun kemudian dilanjutkan di Tanjung Asahan, Sumatera Utara hingga tamat pada 1961.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat merantau dan mendapat pembinaan dari mamak kandungnya di Palembang. Perjalanan merantaunya berlanjut ke berbagai daerah hingga akhirnya menetap di Jakarta pada tahun 1976.
Pada tahun 1965, ia dinobatkan sebagai Datuak Rajo Mangkuto sebagai Datuak Panungkek, wakil dari Datuak Panghulu Pucuak dalam struktur adat. Setelah menikah, ia diangkat menjadi Panghulu sebagai pimpinan suku Caniago di Sungai Batang.
Dalam bidang budaya, Angku Yus dikenal sebagai pelopor pelestarian adat Minangkabau melalui media rekaman, mulai dari bentuk kaset, CD dan kemudian dalam bentuk digital Youtube dan Facebook.
Terhitung sejak 1978 hingga 1995, ia berhasil memproduksi sekitar 130 episode kaset berisi karya sastra dan petuah adat bekerja sama dengan sejumlah rumah produksi.
Karya-karyanya meliputi cerita rakyat, hikayat, legenda, gurindam, pantun, mamangan, hingga petatah-petitih yang kini banyak tersebar di berbagai platform digital seperti YouTube dan Facebook.
Di masa tuanya, ia kembali menetap di kampung halaman di Kenagarian Sungai Batang, Kabupaten Agam. Meski demikian, aktivitasnya dalam menyebarkan ilmu adat tidak pernah berhenti. Ia aktif memberikan penyuluhan dan diskusi adat di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Selain karya rekaman, ia juga mulai menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Buku pertamanya berjudul “Menyikap Wajah Minangkabau” telah berhasil diterbitkan.
Almarhum juga tengah merencanakan penulisan lanjutan mengenai Sejarah Nagari Sungai Batang serta metode pendidikan adat berbasis surau. Penulisan itu belum selesai, Allah SWT memanggilnya pulang. Selamat jalan Mak Yus Dt. Perpatiah. (gk/rdr)

