Misteri Teror Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Polisi Buru Dua Pelaku

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini aparat kepolisian masih terus menyelidiki motif dan pelaku di balik serangan yang mengejutkan publik tersebut.

Andrie Yunus dikenal sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Ia menjadi korban penyiraman cairan kimia berbahaya oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari setelah Andrie menyelesaikan kegiatan rekaman podcast yang membahas isu remiliterisasi dan uji materi Undang-Undang TNI. Tak lama setelah meninggalkan lokasi, dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor mendekatinya.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban sebelum melarikan diri dari tempat kejadian. Serangan itu membuat Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya, termasuk pada wajah, mata, dada, dan kedua tangan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Kasus ini langsung memicu kecaman dari berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil hingga pejabat negara. Banyak pihak menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia.

Kepolisian pun bergerak melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. Rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian juga tengah dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan menyebut penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

Presiden juga disebut telah memerintahkan aparat untuk mengusut tuntas kasus ini agar pelaku serta pihak yang berada di baliknya dapat segera terungkap.

Di sisi lain, masyarakat sipil meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual yang merencanakan serangan tersebut.

Hingga kini misteri di balik teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih terus diselidiki, sementara publik menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.