Mojokencot: Kampung Tersepi yang Hilang dari Peta Digital

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Di kaki bukit di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terdapat sebuah kampung yang hampir tidak dikenal: Mojokencot. Desa kecil ini disebut sebagai salah satu kampung paling sepi di Indonesia, bahkan tak muncul dalam Google Maps.

Kampung Mojokencot berada di Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu. Aksesnya sangat tersembunyi: jalan masuk sulit dilalui, dikelilingi bukit dan hutan lebat yang membatasi pandangan luar, sehingga keberadaannya nyaris terlupakan.

Saat ini hanya tiga kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di Mojokencot. Rumah-rumah lain banyak yang ditinggalkan dan dalam kondisi terbengkalai, beberapa sudah rusak parah dan diselimuti semak.

Warga yang tinggal sehari-hari mengurus ladang: menanam padi dan jagung menjadi kegiatan pokok. Tapi karena jumlah mereka sangat sedikit, aktivitas kampung praktis sangat minim—tak ada lalu lalang kendaraan maupun keramaian khas perkampungan umumnya.

Salah satu kesulitan utama adalah akses fisik. Satu-satunya jalur keluar masuk desa adalah jembatan bambu sepanjang sekitar 17 meter dan selebar yang sempit, melintang di atas sungai curam. Jembatan ini rapuh dan harus terus dirawat warga agar tetap bisa dilewati.

Sepeninggal banyak warga, kampung ini bahkan berganti nama dari nama lama (Tampingrejo) menjadi Mojokencot, sebagai representasi kondisi baru desa yang sunyi dan nyaris kosong penduduknya.

Karena ketersembunyiannya, banyak orang yang mencari Mojokencot di peta digital kesulitan menemukannya. Google Maps masih belum mencatat desa ini, menjadikannya “kampung yang hilang dari atlas digital.”

Warga berharap agar perhatian pemerintah daerah bisa diarahkan ke perbaikan akses dan infrastruktur. Jembatan bambu yang menjadi nadi kehidupan mereka perlu diperkuat agar akses keluar dan masuk tidak terputus, terutama saat musim hujan.

Walau kampung ini sangat sepi, kehidupan di Mojokencot tetap penuh makna. Warga yang tersisa menjaga tradisi, hidup sederhana, dan tetap bertahan di tanah nenek moyang mereka meski banyak kekurangan.

Kisah Mojokencot mengingatkan bahwa perkembangan digital dan peta modern belum mampu menjangkau semua sudut negeri. Ada desa-desa seperti ini, tersembunyi dan terlupakan, yang hidup di luar peta dunia maya—namun nyata di dunia fisik.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.