Jakarta, Semangatnews.com – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Márquez, datang ke MotoGP Amerika 2026 dengan misi besar: menghentikan tren positif para pembalap jebolan akademi Valentino Rossi yang tengah mendominasi awal musim.
Seri yang berlangsung di Circuit of The Americas (COTA) ini menjadi momentum penting bagi Marquez untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan dalam dua balapan awal musim 2026.
Meski sempat meraih kemenangan di sprint race Brasil, performanya di balapan utama masih belum konsisten, bahkan harus puas finis di luar podium.
Sebaliknya, murid Rossi seperti Marco Bezzecchi justru tampil impresif dengan mencatat kemenangan beruntun dan memimpin klasemen sementara musim ini.
Dominasi tersebut membuat tekanan semakin besar bagi Marquez yang dikenal sebagai salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP.
Namun, COTA menjadi harapan besar bagi The Baby Alien. Sirkuit ini dikenal sebagai “wilayah kekuasaan” Marquez dengan koleksi tujuh kemenangan sepanjang kariernya di kelas utama.
Karakter lintasan yang didominasi tikungan teknis dan arah kiri dinilai sangat cocok dengan gaya balap agresif yang menjadi ciri khasnya.
Marquez sendiri mengakui bahwa menghadapi Bezzecchi bukan perkara mudah, mengingat performa rivalnya tersebut sedang berada di puncak.
Meski begitu, ia tetap optimistis dapat memutus tren tersebut dan kembali bersaing di barisan terdepan.
Ducati juga terus melakukan evaluasi terhadap performa motor Desmosedici GP yang dinilai belum sepenuhnya optimal di awal musim.
Balapan di Austin pun diprediksi akan menjadi ajang pembuktian apakah Marquez mampu bangkit atau justru kembali tertinggal dari para rival muda.
Duel antara pengalaman Marquez dan performa gemilang murid Rossi dipastikan menjadi sorotan utama dalam MotoGP Amerika 2026.(*)

