Mulyadi Kawal Kasus Jiwasraya, Pokoknya Nasabah Jangan Dirugikan

oleh -

Mulyadi Kawal Kasus Jiwasraya, Pokoknya Nasabah Jangan Dirugikan

Semangatnew, Jakarta- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Ir. H. Mulyadi menegaskan, kasus Jiwasraya harus diselesaikan dengan tuntas. Untuk itu, Mulyadi yang termasuk dalam Panja Jiwasraya Komisi III DPR mengatakan, akan fokus mengawasi proses penegakkan hukum kasus Jiwasraya yang saat ini tengah berlangsung di Kejaksaan Agung.

“Kasus ini harus diselesaikan, kami di Komisi III akan mengawasi secara ketat proses penegakkan hukum yang sedang berlangsung. Target kami, nasabah jangan sampai dirugikan,” kata Mulyadi di Komplek DPR RI, Selasa (11/2).

Baca Juga:  Menuju Pemilihan Wawako ; Mana Ada Orang Gila yang Mau Jadi Wawako

Menurut Ir. H. Mulyadi, yang disebut-sebut calon kuat Gubernur Sumbar ini, kasus Jiwasraya bukan sekedar permasalahan pelanggaran hukum biasa. Banyak kejanggalan pengelolaan dana nasabah yang dilakukan oleh jajaran direksi Jiwasraya.

Sebagaimana diketahui, dana nasabah Jiwasraya dipergunakan untuk berinvestasi dalam saham gorengan, yang mana saham tersebut memiliki resiko tinggi kerugian. Kasus ini mencuat karena Jiwasraya menderita gagal bayar kepada para nasabah karena kerugian berturut-turut pada bursa saham. Kerugian Jiwasraya ditaksir mencapai angka Rp13,6 triliun.

Baca Juga:  Pemprov Gelar Musrenbang, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Karena Covid Sempat Minus 1,16 persen Tahun 2020.

“Jajaran direksi Jiwasraya seharusnya memahami prinsip prudent atau kehati-hatian dalam mengelola dana, kita akan usut dalangnya dalam kasus ini dan kepentingannya apa,” tutur Mulyadi, yang juga Ketua Partai Demokrat Sumatera Barat.

Kedepannya Ir. H. Mulyadi mengatakan, Panja Komisi III akan mengadakan rapat bersama Kejagung secara tertutup. Dengan demikian Kejagung bisa menyampaikan secara terperinci berbagai kejanggalan dalam kasus Jiwasraya. “Kita bentuk panja. Kejagung bisa menyampaikan secara detail, kita dorong meraka untuk tidak ragu dan sungkan menceritakan kejanggalan dalam kasus ini,” kata dia.